BANDA ACEH - Satu-satunya anak Aceh yang menjadi anggota grup musik nasyid Raihan di Malaysia, Mujiburrizal, menjadi pemandu acara bedah buku biografi Erdogan, Penakluk Sekulerisme Turki…
BANDA ACEH – Satu-satunya anak Aceh yang menjadi anggota grup musik nasyid Raihan di Malaysia, Mujiburrizal, menjadi pemandu acara bedah buku biografi Erdogan, Penakluk Sekulerisme Turki yang ditulis oleh Syarif Taghian kembali dibedah di Aula FKIP Unsyiah, Banda Aceh, Jum'at 26 Februari 2016.
Pada acara pertama di Aula Fakultas Hukum Unsyiah, Muhiburrizal menjadi MC. Kali kedua ini ia menjadi pemandu acara (moderator) menggantikan Teuku Zulkhairi yang menjadi pembicara.
Saya tertarik dengan Turki yang punya sejarah baik dengan Aceh dalam sejarah, dan kini Erdogan adalah pemimpin Turki yang mengembalikan kekuatan Islam di bekas pusat negara adidaya dunia, Kesultanan Turki Usmani itu, kata Mujiburrizal saat membawa acara.
Pada penutupan acara, Mujiburrizal menyanyikan sebuah lagu dengan suara khasnya, menghibur pengunjung yang dihadiri kalangan mahasiswa, dosen dan aktivis.
Ketua panitia, Teuku Farhan, mengatakan Erdogan merupakan sosok yang cerdas dan rajin bersilaturrahim, mencintai orang miskin, menghormati orang tua dan ulama, ia juga membantu umat Islam di berbagai negara, ia tegas di hadapan Israel yang menjajah Palestina.
Butuh sosok seperti Erdogan di Aceh, dan untuk tujuan itulah buku ini dibedah. Atas permintaan mahasiswa FKIP Unsyiah, maka acara bedah buku Erdogan sesi 2 digelar kembali pada hari yang mulia, bertepatan dengan milad ke – 62, Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan, kata Farhan.
Farhan mengatakan, pembicara yang dihadirkan, adalah Teuku Zulkhairi (Ketua Afsic), Muhammad Arhami (Kandidat Doktoral Yeldiz University, Istanbul, Turki), dan Thayeb Loh Angen (Kepala Sekolah Hamzah Fansuri).
Panitia acara kedua ini adalah BEM FKIP, LDF Al Mudarris FKIP Unsyiah, LDF Al Ahkam Fakultas Hukum Unsyiah, LDK Al Risalah UIN Arraniry, LDK Fosma Unsyiah, IKAMAT (Ikatan Masyarakat Aceh Turki), MIT, Afsic Aceh, AMF Nagan Raya, Hadis, KAMMI Aceh, Jariyat, Forsimas, Iloveaceh, Musafir Tour, Rumoh print, dan Sekolah Hamzah Fansuri.[]