TERKINI
TAK BERKATEGORI

Anggota DPRK Dukung Penertiban Parkir Liar di Banda Aceh

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah,  mengapresiasi upaya-upaya penertiban tempat parkir yang tidak sesuai aturan, oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 522×

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah,  mengapresiasi upaya-upaya penertiban tempat parkir yang tidak sesuai aturan, oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi Informasi kota Banda Aceh.

Irwansyah mengakui parkir-parkir sembarangan tersebut sangat mengganggu kenyamanan, khususnya bagi para pejalan kaki dan masyarakat disabilitas, seperti yang masih terlihat pada beberapa ruas jalan.

Irwansyah mendukung agar tahun 2016 ini, Pemko fokus pada penertiban, khususnya pada beberapa ruas jalan yang kerap menimbulkan kemacetan seperti Jalan teuku Umar tapatnya didepan RS Harapan Bunda dan Canai Mamak, jalan T Iskandar Beurawe dan Jalan depan Amel Convention saat ada kegiatan.

”Karena kalau parkir liar itu terus dibiarkan, tanpa ketegasan pihak dinas, maka ini akan menjadi penyakit yang susah disembuhkan. Ini penting agar parkir kita semakin tertata rapai, artinya harus ada petugas yang mengontrol parkir-parkir tersebut,” katanya dalam siaran pers, Selasa 15 Maret 2015.

Irwansyah mencontohkan sejumlah kebijakan Dishubkominfo seperti gembok roda terbukti efektif dengan berkurangnya kendaraan roda empat yang parkir sembarangan.

”Ini artinya keluahan-keluhan publik sudah mendapatkan respon yang serius dari Pemerintah Kota. Kemudian jalur bagi pejalan kaki, itu harus benar-benar nyaman, jangan sudah ada jalur pejalan kaki tapi justru disitu dibuat vas bunga,” ujar Irwansyah.

Ketua Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh itu juga mengajak masyarakat Kota Banda Aceh untuk mematuhi berbagai peraturan yang telah demi kenyamanan bersama warga kota.

Apa lagi pada tahun ini menurut Irwansyah tengah banyak proyek besar yang sedang dikerjakan di Banda Aceh yang sedikit banyaknya mengusik kenyamanan warga.

”Dinas terkait harus meningkatkan koordinasi untuk meminimalisir efek kekurang nyamanan masyarakat, sedangkan bagi masyarakat, ini butuh kesabaran karena kepentingannya juga untuk kita,” ujarnya.[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar