TERKINI
NEWS

Anggota DPR RI Perjuangkan Jalan Menuju Makam Cut Meutia

Ia juga menilai kondisi makam Pahlawan Nasional di Aceh sangat memprihatinkan.

NUSI P SEURUNGKENG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2K×

LHOKSUKON –  Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Teungku Khaidir merasa miris dengan kondisi jalan menuju makam Pahlawan Nasional asal Aceh, Cut Muetia yang hingga kini masih sulit diakses dan terisolir. Makam itu terletak di kawasan hutan Gunong Lipeh, Desa Alue Karieng, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

“Usia Kemerdekaan Republik Indonesia sudah 70 tahun, tapi jalan menuju makam Pahlawan Nasional Cut Meutia yang telah memperjuangkan negeri ini masih terisolir,” kata Teungku Khaidir saat berkunjung ke Rumoh Adat Cut Mutia yang berada di Desa Masjid Pirak, Kecamatan Matangkuli, Selasa 10 November 2015.

Selain keberadaannya di tengah hutan, jarak tempuh pun mencapai 45 kilometer dengan medan yang sangat berat. Bahkan Teungku Khaidir mengaku, di usianya yang telah memasuki 40an, ia sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di makam tersebut.

Saat ditanyakan terkait kabar adanya anggaran Rp35 miliar yang akan diplotkan untuk pembangunan jalan menuju makam tersebut, ia menjawab, “Kabarnya begitu, tapi itu ada dua versi. Kabarnya pembangunan jalan akan dilakukan pada bekas jalan yang pernah dibuat dulu dari Kecamatan Pirak Timu. Tapi beberapa tahun lalu jalan itu sangat terjal, bahkan kini mulai runtuh.”

Dilanjutkan, maka dari itu pihaknya menginginkan pembangunan jalan dari Leubok Tilam, Cot Girek menuju Samarkilang dengan perkiraan dana sekitar Rp80 miliar.

“Di Senayan saya sedang memperjuangkan jalan menuju makam Cut Mutia, sedangkan pemugaran belum masuk dalam rencana saya. Diperkirakan memakan dana sekitar Rp80 miliar. Jumlah itu sudah kita ajukan, tapi terkait berapa yang keluar kita belum tau angka pastinya,” jelas Teungku Khaidir.

Hal itu sudah disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum terkait, bahwa jalan itu menuju makam Pahlawan Nasional. “Di sini dengan alasan spesifik mudah-mudahan bisa dianggarkan tahun 2016 mendatang, dan akan terus kami kawal. Semoga bisa segera terealisasi,” ucapnya.

Dikatakan, dirinya terinspirasi memperjuangkan jalan tersebut setelah melihat makam-makam pahlawan yang ada di Sumedang. Kondisi makam pahlawan di sana sangat berbeda dengan di Aceh. Di Sumedang, hampir setiap hari orang datang silih berganti berziarah ke makam pahlawan.

Ia menilai kondisi makam Pahlawan Nasional di Aceh sangat memprihatinkan. Mulai dari makam Teuku Umar, Teungku Chik di Tiro, Panglima Polem dan lainnya. Namun yang paling miris adalah makam Cut Mutia.

“Ini sebenarnya bukan hanya kewenangan Pemerintah Pusat saja. Namun juga tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) selaku yang terdekat,” pungkasnya.[]

NUSI P SEURUNGKENG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar