LHOKSUKON Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Teungku Khaidir merasa miris dengan kondisi jalan menuju makam Pahlawan Nasional asal Aceh, Cut Muetia yang hingga kini masih sulit diakses dan terisolir. Makam itu terletak di kawasan hutan Gunong Lipeh, Desa Alue Karieng, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.
Usia Kemerdekaan Republik Indonesia sudah 70 tahun, tapi jalan menuju makam Pahlawan Nasional Cut Meutia yang telah memperjuangkan negeri ini masih terisolir, kata Teungku Khaidir saat berkunjung ke Rumoh Adat Cut Mutia yang berada di Desa Masjid Pirak, Kecamatan Matangkuli, Selasa 10 November 2015.
Selain keberadaannya di tengah hutan, jarak tempuh pun mencapai 45 kilometer dengan medan yang sangat berat. Bahkan Teungku Khaidir mengaku, di usianya yang telah memasuki 40an, ia sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di makam tersebut.
Saat ditanyakan terkait kabar adanya anggaran Rp35 miliar yang akan diplotkan untuk pembangunan jalan menuju makam tersebut, ia menjawab, Kabarnya begitu, tapi itu ada dua versi. Kabarnya pembangunan jalan akan dilakukan pada bekas jalan yang pernah dibuat dulu dari Kecamatan Pirak Timu. Tapi beberapa tahun lalu jalan itu sangat terjal, bahkan kini mulai runtuh.
Dilanjutkan, maka dari itu pihaknya menginginkan pembangunan jalan dari Leubok Tilam, Cot Girek menuju Samarkilang dengan perkiraan dana sekitar Rp80 miliar.