PONTIANAK – Salah satu pihak yang menjadi korban akibat amuk massa yang dilakukan oleh sekelompok warga terhadap warga eks Gafatar adalah anak anak. Karena mereka melihat secara langsung aksi amuk massa yang dilakukan warga di Kabupaten Mempawah Kalbar.
Oleh sebab itu, peranan pemerintah dan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk menghilangkan rasa trauma mereka terhadap kejadian yang menimpa keluarganya. Selain trauma, keberlangsungan pendidikan mereka juga menjadi satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian.
Hal itu dikatakan Alik R Rousyad, Ketua Pojka Komisi Perlindungan Anak (KPIA) Daerah Kalbar kepada SP Jumat 22 Januari 2016.
Ia mengatakan, dalam persitiwa ini yang mengalami penderitaan sangat berat adalah anak anak. Karena mereka akan trauma dan kondisi itu akan sulit untuk dihilangkan dari ingatan mereka.
Selain itu juga masalah kelanjutan pendidikan mereka juga sudah terganggu. Sebab, banyak di antara mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan kemungkinan ada yang sudah di tingkat SMP.
Dengan kondisi seperti ini, mereka akan mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena tidak diketahui kapan permasalahan ini dapat segera selesai dan juga terjadi perpindahan lokasi pendidikan.