IDI RAYEK – Nasrul Sulaiman, 30 tahun, merupakan anggota Raja Rimba yang sudah menyerahkan diri ke Polda Aceh. Ia meminta maaf kepada masyarakat Aceh dan karyawan PT Medco E&P Malaka, warga Skotlandia, Malcomi Primerose, 63 tahun, atas apa yang telah dilakukan selama aksinya. Hal ini disampaikan Nasrul melalui Geuchik M. Ali Abdullah usai acara konferensi pers yang digelar di Mapolda Aceh kemarin, Minggu, 18 Desember 2016.

“Dia menyampaikan itu kepada saya, karena niatnya menyerah untuk memperbaiki diri. Long lake meuah bak masyarakat Aceh Mandum, dan awak  Medco luwa nanggroe pue yang ka long peugot,” ujar M. Ali meniru ucapan Nasrul saat menjawab portalsatu.com, Senin 18,  Januari 2016.

Saat disinggung mengenai latar belakang Nasrul, M. Ali menyebutkan sosok Nasrul dikenal sebagai pemuda yang baik dan ramah di gampongnya. Dia juga menyebutkan Nasrul merupakan mantan kombatan GAM dan dia telah tercatat dalam kepengurusan Komite Peralihan Aceh Sagoe Nurul A’la Kecamatan  Ranto Peureulak.

“Dia anak yang baik, cuma itu sekali dia terlibat dan dia hanya menjaga korban  karyawan asing PT. Medco yang diculik pada beberapa waktu lalu, dan dia mengaku kepada saya sudah salah apa yang telah dilakukannya, dan dia tidak mau hidupnya diburon oleh polisi,” ucap M. Ali.

Nasrul kepada Geuchik M. Ali turut juga meminta agar teman-temannya yang masih  bersama Raja Rimba untuk segera menyerahkan diri kepada polisi agar dapat memperbaiki kesalahan yang sama seperti nasibnya.[](tyb)