SIGLI – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Penegerian Unigha (Ampuh) menolak Hanif Basyah terlibat di kampus tersebut maupun di Yayasan Pembangunan Kampus Unigha. Mereka menilai Hanif Basyah tidak punya iktikad baik untuk memajukan pendikan di Pidie, khususnya di Unigha untuk penegerian.
Hal ini disampaikan oleh Ampuh dalam aksi menuntut penegerian Unigha di halaman Gedung DPRK Pidie, Senin, 19 Oktober 2015. Aksi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa yang sebelumnya turut mengadakan konvoi sebelum bertandang ke DPRK.
Dalam aksinya, mahasiswa juga menuding Hanif sebagai aktor kekacauan yang selama ini terjadi dalam tubuh kepengurusan kampus Unigha. Hal ini menyebabkan proses belajar-mengajar dan kosentrasi mahasiswa terganggu.
Kami mengutuk tindakan Hanif Basyah yang memblokir dana mahasiswa sehingga mengganggu mahasiswa dan mengganggu aktivitas kampus. Hanif dikatakan selaku pihak yang bertanggung jawab atas segala pelanggaran hukum di Unigha, kata salah satu orator.
Hanif juga dituduh mengkooptasi Unigha sebagai lumbung kekayaan pribadinya. Padahal kampus Unigha menurut mahasiswa merupakan milik masyarakat Pidie yang direbut dan dikuasai oleh Hanif demi meraup keuntungan banyak.
Berikut 7 pernyataan sikap mahasiswa yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie untuk segera ditindaklanjuti:
1. Unigha segera dinegerikan