LHOKSUKON – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pembela Rakyat (AMPERA) menggelar aksi demo di depan Cluster IV, Gampông Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Rabu, 3 Agustus 2016 sekitar pukul 10.30 WIB.
Mereka menuntut PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencabut pintu gerbang Cluster I dan Cluster IV, karena dinilai menghambat laju perekonomian masyarakat setempat.
“Pintu gerbang di Cluster IV Syamtalira Aron dan Cluster I Matangkuli menghambat truk angkutan umum, sehingga berdampak pada laju perekonomian masyarakat di sekitar PHE,” kata Adni Fajri, Koordinator lapangan (aksi) kepada portalsatu.com di lokasi.
Selain itu, lanjutnya, AMPERA juga meminta PHE segera memperbaiki jalan yang selama ini tidak berpihak kepada masyarakat. AMPERA menilai PHE hanya mengerjakan jalan setengah hati untuk masyarakat.
“Di sini kami meminta kearifan dan kerja sama yang baik antara PHE dan masyarakat lokal di seputaran eksploitasi PHE,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, AMPERA melakukan aksi dimulai dengan konvoi menggunakan truk pengangkut material di depan Cluster IV. Puluhan personel dari Polres Aceh Utara melakukan pengamanan dengan membuat pagar betis di depan gerbang kantor PT PHE.
Tepat pukul 12.00 WIB, Wakapolres Aceh Utara Kompol Suwalto naik ke atas mobil pick-up memberikan arahan kepada para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. Namun saat arahan disampaikan, tiba-tiba terjadi kerusuhan antara mahasiswa dan pihak kepolisian. Kerusuhan hanya terjadi beberapa menit, setelah itu kembali aman. []

