Aman dan terkendali, begitulah sudah berpuluh tahun laporan paling ideal dari lapangan yang bisa disampaikan seorang komandan atau pejabat daerah kepada atasan di Jakarta. Aman tentu mahapenting bukan hanya demi keamanan itu sendiri, melainkan demi segala sesuatu yang hanya bisa hidup dan berkembang di atas keamanan yang langgeng. Suatu negeri yang gagal memelihara keamanan umum, misalnya, tak akan berhasil dalam hal lain apa pun. Hanya orang kuat bersenjata dan kelompok preman yang hidup subur makmur di tengah darah dan maut. Pun cita-cita negeri demokratis dewasakebebasan, ketenteraman, kesejahteraan, dsthanya akan terwujud bila keamanan jangka panjang terjamin. Mengapa terkendali? Apa yang harus dikendalikan? Bagaimana mengendalikan? Pemahaman tentang makna ideal terkendali telah dan akan menentukan sistem kekuasaan publik yang berlaku di negeri ini.
Kendali tentu sama dengan kekang. Kalau Anda tak percaya, bukalah kamus atau tesaurus.
Tak punya kamus? Hari gini? Jangan bikin malu diri sendiri. Pergilah beli!
Pilih yang paling tebal, bagus dijadikan latar selfie untuk pamer intelek. Oh, Anda pilih percaya saja? Bagus belaka. Nah, sekarang coba bayangkan laporan sang komandan berbunyi: Situasi di Tolikara sekarang aman dan terkekang. Aha! Roda pikiran Anda mulai terdengar berderik-derik, bukan?
Dalam pemakaian sehari-hari kendali (Jawa) cenderung berpamor positif mengedepankan sisi keteraturan, ketertiban, dan tanggung jawab. Orang Indonesia yang senang kebaikan pun rajin memakainya untuk segala urusan sapi, kuda, mobil, motor, RT, RW, dst dsb dan sampai juga ke urusan perusahaan, keluarga, dan kenegaraan tingkat presiden. Kekang terbatas pemakaiannya karena lebih mendekati breidel atau berangus, menekankan unsur pengaturan, pemaksaan, dan ketundukan. Breidel, walaupun aslinya dalam Belanda juga berarti kekang, di Nusantara tertimpa sial mendapatkan makna khas dan spesifik pemberangusan koran dan majalah oleh penguasa politik paranoid alergi kritik.
Kendali, kekang, breidel, atur, kontrol, dan semacamnya menjelaskan implementasi kekuasaan dalam ukuran tertentu, bagaimana kekuasaan itu dimanfaatkan dan apa hasilnya. Salah satu ciri kekuasaan yang baik adalah rasa percaya dan sikap terima orang yang dikuasai terhadap pihak yang menguasai. Kendali menimbulkan rasa aman, nyaman, beres, damai, teratur, terjamin. Kekang, apalagi breidel, walaupun artinya sama dengan kendali, menerbitkan rasa curiga, takut, waswas, tegang, kacau, gelisah. Kalau Anda penguasa, dengan atau tanpa kamus Anda tahu harus sering-sering pilih pakai kata apa.