BANDA ACEH – Ikatan Alumni Agronomi Fakultas Pertanian Unsyiah mendorong wirausahawan di bidang pertanian. Gagasan ini muncul dalam reuni dan kongres pertama ikatan alumni tersebut yang berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu, 23 September 2017 lalu.
“Awalnya, Agronomi bagian dari jurusan budidaya pertanian yang sudah ada sejak tahun 1983. Kemudian, dengan keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No 207 Tahun 1996, yang membagi program studi di Fakultas Pertanian yaitu agronomi, ilmu tanah, Ilmu hama dan penyakit tumbuhan, Sosial ekonomi pertanian dan Ilmu produksi ternak,” kata panitia kegiatan, Abdul Ghafur, melalui siaran pers yang dikirim kepada portalsatu.com, Minggu, 24 September 2017.
Agronomi, kata Ghafur, merupakan ilmu budidaya tumbuhan yang mempelajari semua aspek biofisik, yang berkaitan dengan usaha untuk menyempurnakan budidaya tanaman agar memperoleh produksi maksimal.
Dalam Sambutannya, ketua panitia, Yossi Yulisastri, SP, mengatakan program studi agronomi telah banyak mencetak lulusan sarjana. Namun, menurutnya belum ada sebuah organisasi yang menjadi wadah bagi ikatan alumni agronomi.
“Wadah ini perlu, sebagai ajang silaturrahmi dalam merekatkan kembali hubungan kekeluargaan. Karena, alumni agronomi tersebar dan bekerja di berbagai sektor, seperti perkebunan, pemerintahan, perbankan dan sektor-sektor lainnya. Ikatan ini juga diperlukan untuk berkontribusi dalam membangun pertanian di Indonesia,” ujar Yossi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian DR, Ir Agussabti, M.Si, dalam sambutannya mengaku senang dan menyambut positif adanya reuni alumni agronomi FP-USK. Menurutnya suatu kampus akan maju jika dilihat dari kiprah alumninya.
“Alumni diharapkan mengembangkan kewirausahawan. Tidak berharap bekerja sebagai PNS, tapi menciptakan lapangan kerja,” kata Dekan Pertanian.
Sejak 2008, kata Agussabti, Program Studi Agronomi berubah namanya menjadi program Agroteknologi. Prodi ini juga telah berstatus akreditasi A sejak 2004.
Selain itu, dalam musyawarah dan reuni akbar alumni pertanian tersebut, terpilih David Jasa Putra, SP, sebagai ketua ikatan keluarga (IKA-Agronomi) IKA Agronomi FP-Unsyiah periode 2017-2019. David merupakan putra Meulaboh yang berprofesi sebagai wiraswasta di bidang otomotif.
David mengaku akan mengoptimalkan peran IKA-Alumni FP Unsyiah untuk membangun dan bekerjasama dengan berbagai pihak dalam pembangunan, khususnya pertanian. “Terutama dalam mendorong wirausaha-wirausaha, khususnya di bidang pertanian,” ujarnya.[]