BANDA ACEH – Lembaga Antarbangsa, Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT), mempertanyakan kunjungan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ke Turki baru-baru ini. Anggota Komisi I DPR Aceh dikabarkan berangkat ke Turki pada 7 November dan kembali pada 13 November 2015.
Peserta kunjungan adalah Abdullah Saleh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Bardan Sahidi, M Harun, Azhari Cage, Buhari Selian, dan beberapa anggota Komisi A lainnya, kata aktivis PuKAT, Thayeb Loh Angen, kepada portalsatu.com di Banda Aceh, Selasa, 17 November 2015.
Dia meminta anggota legislatif yang bertandang ke Turki untuk menunjukkan manfaat dan menjelaskan banyaknya uang negara yang dihabiskan.
Anggota DPR Aceh belum punya program yang berguna. APBA telat disahkan, qanun-qanun mandul, bendera belum selesai, ditambah berjalan-jalan untuk menghabiskan duit pemerintah. Penduduk Aceh wajib mengetahui hasil dari kunjungan tersebut, katanya.
Apabila tidak ada hasilnya, kata Thayeb, maka rakyat Aceh berhak menuntut peserta kunjungan itu supaya mengembalikan uang perjalanan tersebut.