TAPAKTUAN – Badan jalan yang menghubungkan antardesa dengan pusat kecamatan di pedalaman Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan hingga kini masih tertutup tanah akibat longsor tahun lalu. Meski sudah cukup lama hingga saat ini belum ada tindakan dari pihak terkait untuk memindahkan material yang menutupi badan jalan.

Akibatnya, ratusan warga Desa Siurai-urai dan Desa Koto Indarung yang hendak menuju ke pusat kecamatan di Keude Menggamat, terpaksa harus berjalan kaki sepanjang 3 – 4 kilo meter. Warg terpaksa melewati tumpukan material longsor yang menutupi badan jalan sepanjang lebih kurang 200 meter karena tidak bisa dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat.

“Jikapun ada sebagian warga yang melintas menggunakan sepeda motor, saat melewati tumpukan material tanah longsor tersebut harus ekstra hati-hati. Pengendara sepeda motor terpaksa harus mendorong secara manual kendaraannya agar bisa lewat,” kata Kepala Desa Koto Indarung, Bahrumsyah kepada wartawan Kamis, 9 Maret 2017.

Bahkan yang sangat disayangkan lagi, sambungnya, akibat badan jalan desa sudah tertimbun tanah longsor tersebut, juga menghambat para siswa pergi ke sekolah setiap harinya. Sebab saat melewati tumpukan tersebut, para siswa terpaksa harus mendorong sepeda motornya atau bagi pejalan kaki harus melewati lumpur saat musim hujan.

Bahkan, sambungnya, persoalan badan jalan berlumpur akibat tertimbun tanah longsor tersebut bukan saja dikeluhkan oleh para siswa dan warganya saja. Tapi juga dikeluhkan oleh guru yang bertempat tinggal di luar desa Koto Indarung, namun harus pergi mengajar ke rumah sekolah di pusat kecamatan yang harus melewati badan jalan desa tersebut.

“Bukan warga kami saja yang harus berjalan kaki untuk menuju ibu kota kecamatan, guru-guru yang mengajar  di SD dan SMP,  tempat tinggalnya di luar kecamatan juga harus berjalan kaki sejauh 3 Km untuk menuju ke rumah sekolah di pusat kecamatan,” katanya.

Menurutnya, material tanah longsor yang menutupi badan jalan itu sangat menyulitkan bagi warga untuk melintas. Terhitung sudah setahun warga harus terpaksa menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.

“Kondisi ini sangat disayangkan, dengan badan jalan yang rusak, bila ada kejadian mendadak yang harus mendapat penanganan segera, kami tidak tahu  ke mana harus mengadu,” tuturnya.

Sementara, Camat Kluet Tengah, Muchtar Yatim, SE ketika diminta tanggapannya mengatakan, kondisi warga di dua gampong itu sangat memprihatinkan. Karena, selama ini ruas jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Ya, selama ini warga saya di dua gampong itu harus terpaksa berjalan kaki untuk bepergian ke ibu kota kecamatan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sejauh ini warga dua gampong tersebut belum bisa kita katakan dalam kondisi teresolir,” ujarnya.[]