WARSAW Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mempersingkat kunjungan ke Eropa dan memilih terbang ke Dallas karena kasus penembakan terhadap 11 polisi di kota itu.
Gedung Putih, Jumat (8/7/2016), mengatakan, serangan sinper terhadap 11 polisi di Dallas, Texas, Kamis (7/7/2016), adalah masalah serius di dalam negeri yang harus ditangani segera.
Presiden telah menerima undangan dari wali kota Dallas, Mike Rawlings, untuk mengunjungi Dallas awal pekan depan, kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, dalam sebuah pernyataan.
Obama akan kembali ke AS lebih awal, Minggu malam, dari kunjungannya di Eropa. Saat terjadi penembakan oleh sniper Obama sedang berada menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Warsawa, Polandia.
Penembakan di Dallas dilakukan oleh dua orang sniper terjadi pada saat unjuk rasa di pusat kota Dallas, Kamis. Akibat serangan itu, lima polisi tewa dan sisanya terluka.
Pendemo melontarkan protes atas penembakan warga kulit hitam oleh polisi Minnesota dan Louisiana, sebelumnya.
Penjelasan ini diberikan Kepala Kepolisian Dallas David Brown, seperti kutip dari laman NBC News.
Kedua penembak jitu melakukan tembakan dari tempat tinggi ke arah sejumlah polisi beberapa saat sebelum tepat pukul 21.00 waktu setempat.
Obama mengecam serangan oleh “sniper” di Dallas, yang menewaskan lima orang polisi itu.
Seperti diwartakan kantor berita AFP, Obama menyebutkan, selama ini kaum kulit hitam telah lama dipinggirkan.