GAZIANTEP - Pesta pernikahan keluarga Akdogan di ibu kota Kabupaten Sahinbey, Gaziantep, Turki selatan berubah jadi kubangan darah setelah teroris meledakkan bom, menewaskan 50 orang, Sabtu 20 Agustus…
GAZIANTEP – Pesta pernikahan keluarga Akdogan di ibu kota Kabupaten Sahinbey, Gaziantep, Turki selatan berubah jadi kubangan darah setelah teroris meledakkan bom, menewaskan 50 orang, Sabtu 20 Agustus 2016.
Serangan yang menewaskan anak-anak dan perempuan. Orang-orang yang terluka dibawa ke Gaziantep University Medical Hospital Fakultas.
Saat ditemui Anadolu Agency di ruang gawat darurat rumah sakit, pengantin yang terkena bom dijaga oleh keluarga, tidak meninggalkannya sendirian.
Pengantin, Akdogan, menangis terus menerus, sampai pingsan, namun kondisi kesehatannya membaik.
Setelah dibawa pulang, pengantin sempat dibawa ke rumah sakit lagi.
Di sisi lain, setelah itu, ada akbibat lain untuk pasangan Akdogan, mereka mengalami efek buruk dari insiden tersebut. Di rumah, pengantin Besne Akdogan, menagis terus menerus, sampai beberapa kali pingsan.
Republika.co.id menyiarkan, para pemimpin dari berbagai belahan dunia mengutuk serangan teroris pada sebuah upacara pernikahan yang menewaskan 50 orang di Gaziantep, Turki, Sabtu (20/8), lalu. Yunani, selaku negara tetangga Turki, mengecam serangan teror tersebut melalui laman media sosial.
Kami mengutuk serangan brutal pada upacara pernikahan di Gaziantep. Kami akan berdiri bersama rakyat Turki untuk bersatu melawan teror. Belasungkawa kami kepada seluruh keluarga korban, tulis Kementerian Luar Negeri Yunani di akun Twitter resminya.
Duta Besar AS di Ankara, John Bass, juga mengutuk keras aksi teror di Gaziantep melalui akun Twitter-nya. Dia bahkan menyebut aksi tersebut sebagai serangan barbar. Kami berdiri bersama sekutu kami, Turki, dan berjanji untuk terus bekerja sama mengalahkan ancaman terorisme, kata Bass, sebagaimana turut disiarkan Republika.
Duta Besar Inggris untuk Turki, Richard Moore, juga mengambil sikap yang sama. Lewat akun Twitter miliknya, ia menulis: Kami sepenuhnya mengutuk serangan di #Gaziantep, Inggris bersama Turki melawan terorisme.
Presiden Prancis Francois Hollande juga mengutuk keras serangan tersebut. Ia menyebut aksi teror di Gaziantep akhir pekan lalu sebagai tindakan keji sehingga menyebabkan 50 orang tewas dan 100 luka-luka.
Prancis menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada pemerintah dan rakyat Turki. Simpati dari kami semua yang melawan ancaman terorisme, kata Hollande.
Sementara, Radio Vatikan menyiarkan bahwa Paus Fransiskus mengimbau para pengikutnya agar mendoakan para korban serangan di Gaziantep. Mari kita berdoa untuk para korban yang tewas dan luka-luka. Perdamaian untuk semua, kata Paus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Ahad (21/8).
Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallstrom, juga mengutuk keras serangan itu. Kami memiliki semua jenis kerja sama untuk memerangi terorisme bersama Turki, ujarnya kepada Anadolu, Ahad (21/8).
Suasana bahagia dalam sebuah pesta pernikahan di Gaziantep, Turki, Sabtu (20/8), tiba-tiba berubah menjadi bencana ketika sebuah bom meledak dengan sangat kuat hingga memakan korban. Sampai hari ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.[]