TERKINI
NEWS

Akademisi: Kenapa Bimtek Geuchik Aceh Utara Mesti ke Yogyakarta?

LHOKSEUMAWE – Gecik dan aparatur gampong sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) di Yogyakarta sejak awal Oktober 2017. Ada pula…

SUDIRMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

LHOKSEUMAWE – Gecik dan aparatur gampong sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) di Yogyakarta sejak awal Oktober 2017. Ada pula bimtek untuk aparatur gampong asal Aceh Utara digelar di Medan. Muncul pertanyaan dari sejumlah kalangan, mengapa bimtek tersebut tidak dilaksanakan di Aceh Utara atau Lhokseumawe agar duit yang cukup besar untuk kegiatan itu dapat berputar di daerah ini?

Akademisi Universitas Malikussaleh, Kamaruddin Hasan, M.Si., saat dimintai komentarnya terkait hal tersebut, mengatakan, bimtek ada mekanismenya. “Artinya, ini persoalannya adalah bisa saja NGO lokal yang menjalankan jika punya legalitas yang cukup, secara legalisasi bagus, mungkin tidak masalah, atau ada pusat studi kampus, konsultan apa, boleh ya,” ujar Kamaruddin dihubungi portalsatu.com lewat telepon seluler, Jumat, 27 Oktober 2017, sore. 

“Jadi pertanyaannya adalah, kenapa mesti bimtek ke Jogja (Yogyakarta). Jika memang menggunakan konsultan dari Jogja, undang saja ke Aceh, kita roadshow di Aceh Utara ini. Artinya, berapa persen biaya kita lebih hemat, itu logika ekonomi,” katanya. 

Kamaruddin melanjutkan, “Kalau memang ingin jalan-jalan ke Jogja, ya, kita tahulah geuchik-geuchik ini kan suntuk juga dengan banyak masalah di lapangan. Bikin saja program apa atau dana dari masing-masing, tapi jangan menebeng atas nama bimtek. Jalan-jalan terus, ‘mau rileks kami, apa urusan kalian’, begitu kira-kira”.

Menurut Kamaruddin, jika memang tidak bisa dilakukan oleh konsultan daerah atau NGO lokal, undang saja konsultan dari Yogyakarta. “Kan biayanya tetap bisa lebih murah. Di sini fasilitas kita cukuplah,” ujarnya.

“Jadi, orang akan hadir kemari semua, ke Aceh Utara. Bandara bisa ramai, wisata hidup, semua lini bisa hidup ketika kita membuka akses seperti itu. Jangan semua ke luar daerah,” kata Kamaruddin yang juga Ketua Development for Reasearch and Empowerment (DeRE-Indonesia).

Diberitakan sebelumnya, biaya perjalanan kegiatan bimtek gecik dan aparatur gampong sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara ke Yogyakarta beberapa waktu lalu bervariasi. Kegiatan Bimtek itu diselenggarakan Lembaga Pengkajian dan Peningkatan Kapasitas Pemerintahan (LPPKP) di Hotel Pesonna Malioboro, Yogyakarta.

“Saya berangkat berdua dengan Gecik Mustafa Aziz dengan anggaran yang diplot Rp22 juta dari dana gampong 2017. Kami berangkat ke Yogyakarta Rabu malam dan kembali Selasa pagi. Bimtek itu berlangsung selama empat hari, 4 – 7 Oktober. Selain Bimtek, kita juga lakukan studi banding ke Desa Ponggok,” ujar Akmal Daud, Sekdes Biara Timu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, saat ditemui portalsatu.com di Kota Pantonlabu, Minggu, 15 Oktober 2017 sore.

Kata Akmal, dana itu disetorkan langsung ke panitia LPPKP Pusat. Sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPPKB) Aceh Utara hanya mengeluarkan surat perjalanan dinas saja.

“Soal dana gampong yang kita gunakan, di awal pembuatan pagu anggaran sudah ditentukan. Bimtek itu kami (para aparatur gampong) lakukan sesuai dengan Peraturan Bupati Aceh Utara No. 43 Tahun 2017 tentang standardisasi biaya pemerintahan gampong. Jika ditanya apakah bimtek itu ada manfaatnya untuk masyarakat, maka kembali lagi ke personal masing-masing peserta. Saya pribadi akan menerapkan itu di gampong pada awal 2018 mendatang, khususnya tentang BUMDes,” ucap Akmal Daud yang juga koordinator rombongan dari Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Hal lainnya dikatakan Gecik Alue Papeun, Usman Kaoy, ia mengaku berangkat dengan anggaran yang diplot dari dana gampong 2017 sebesar Rp13 juta. Dana yang diplot memang segitu, tapi habisnya tidak sampai segitu.

“Semua ada pertanggungjawabannya, dana yang lebih nantinya kita kembalikan lagi ke gampong,” terang Usman Kaoy yang juga Sekretaris Forum Geuchik Tanah Jambo Aye saat ditemui di lokasi yang sama.

Sementara itu, salah satu gecik di Kecamatan Tanah Luas mengatakan, dari gampongnya yang berangkat empat orang, yaitu gecik, sekretaris gampong, bendahara, dan salah satu kaur.

“Acara Bimtek yang saya ikuti tanggal 9 – 11 Oktober. Dana yang diplot setiap gampong itu bervariasi, rata-rata 24 juta, termasuk untuk aparatur gampong lainnya. Kita berangkat empat orang, gecik ke Yogyakarta, yang lainnya ke Medan. Keberangkatan dilakukan bertahap, saya gelombang pertama, sekretaris gampong gelombang kedua, begitu seterusnya. Untuk dana perjalanan dan seluruh kegiatan, saya menggunakan APBG sebesar Rp36 juta untuk empat orang,” terang gecik yang meminta namanya tidak disebutkan itu. (Baca: Kata Geuchik dan Sekretaris Gampong Soal Bimtek ke Yogyakarta)[] (*sar)

SUDIRMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar