BANDA ACEH – Akademisi/dosen ekonomi Sabri Abdul Majid mengatakan Aceh kaya dengan melimpahnya APBA, namun rakyatnya masih miskin.
“Aceh ini kaya tapi miskin. Padahal dengan besaran APBA yang diterima Aceh, kita bisa jadi propinsi terkaya ketiga se-Indonesia, tapi faktanya kita malah jadi salah satu propinsi yang miskin,” ucap Sabri dalam diskusi publik “Polemik Bendera dan Urgensi Kesejahteraan”, digelar IDeAS, di Banda Aceh, Sabtu, 28 November 2015.
Ia juga memaparkan beberapa data tentang hal yang harus diprioritaskan antara bendera Aceh dan kesejahteraan rakyat. Menurut Ketua Jurusan Ekonomi Islam Unsyiah ini, kesejahteraan rakyat harus lebih diprioritaskan. “Semua perkara itu banyak yang.berasal dari urusan perut, jadi kalau kesejahteraan terjamin, saya rasa Aceh akan tentram,” ucapnya.
Sabri menyebut dana Otsut diterima Aceh akan berakhir pada tahun 2022 mendatang. Menurut Sabri, hal tersebut harus mendapat perhatian serius mulai saat ini. Sebab, menurut dia, dengan dana yang besar saja Aceh masih belum sejahtera, apalagi jika nantinya dana minim.
“Sudah berapa lama kita menerima dana Otsus, tapi masyarakat kita masih saja belum sejahtera. Apakah kita siap dengan dihentikannya dana Otsus,” tanya Sabri.[]