TERKINI
NEWS

Afridal Darmi: Kita Harus Memaafkan Masa Lalu, tapi…

BANDA ACEH - Ketua Komisioner Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, Afridal Darmi, mengharapkan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi masa konflik Aceh dapat…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 788×

BANDA ACEH – Ketua Komisioner Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, Afridal Darmi, mengharapkan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi masa konflik Aceh dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Dia juga berharap generasi Aceh masa depan tidak merasakan lagi hal tersebut. 

“Agar ke depan anak cucu kita tidak merasakan lagi pedihnya konflik seperti dulu. Kita harus belajar agar perdamaian ini tetap terjaga,” kata Afridal Darmi, saat membuka pameran “Lorong Ingatan” di KontraS Aceh, di Lamlagang, Kota Banda Aceh, Rabu, 22 Maret 2017. 

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Kontras Aceh dengan beberapa LSM yang fokus di bidang hak asasi manusia. Pameran tersebut bertajuk “Lorong Ingatan 1998-2005; Menguak Kebenaran dan Meredam Luka”. 

Dalam sambutannya Afridal Darmi juga menjelaskan pentingnya mengingat sejarah seperti perintah dalam Alquran. Ini pula yang menjadi landasan pentingnya mengingat konflik yang pernah terjadi di Aceh tanpa menyimpan dendam.

“Kita harus memaafkan masa lalu, tapi tidak untuk dilupakan,” kata dia. 

Pameran Lorong Ingatan akan dilaksanakan selama tiga hari, sejak 22-24 Maret 2017. Sekitar puluhan warga Banda Aceh dari berbagai kalangan hadir ke lokasi acara, di halaman kantor Kontras. Hadir pula Novia Eliza, aktris Aceh yang selama ini banyak melakukan kerja sosial di seluruh Indonesia.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar