BANDA ACEH – Menanggapi permaslahan berdirinya pabrik semen di Muara Tiga, Laweung, Kabupaten Pidie, sudah saatnya tokoh masyarakat Laweung mengambil sikap. Hal tersebut dikarenakan dalam pembangunan pabrik semen itu pihak PT Samana Citra Agung seperti tidak menghargai tuan tanah.
Demikian kata Suadi Sulaiman yang akrab disapa Adi Laweueng pada Acara Duek Pakat di Aula PKBI, Banda Aceh, Minggu 15 Mei 2016.
Persoalan yang hari ini muncul di kalangan masyarakat terutama permaslahan lahan. Hal pembebasan lahan di Laweung, masyarakat sekitar tidak pernah diprovokasi dari pihak manapun, PT Semen Indonesia melalui Kementrian BUMN sudah mengetahui bahwa lahan yang dilaporkan oleh PT Samana Citra Agung adalah fiktif sehingga president pun batal melakukan GroundBreaking pada 30 April yang lalu, kata Adi.
Adi Laeueeng mengaku, informasi yang dia terima dari Pemerintah Aceh menjelaskan bahwa presiden tidak mau datang ke lokasi apabila lokasi yang akan dibangun pabrik bersekala nasional itu masih belum rampung.
Sebelumnya melalui Pemerintah Aceh kami sudah mencoba berkomunikasi dengan PT Samana Citra Agung namun tidak menemukan hasil, seakan-akan mereka ingin melarikan diri, katanya.
Hingga saat ini, kata dia, yang paling mengejutkan adalah ketika pihak tokoh masyarakat Laweueng Meminta PT Saman Citra Agung menunjukkan bukti kepemilikan lahan.