SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H Merah Sakti SH, mengatakan, beberapa hari sebelum menggelar mutasi ada mantan kepada dinas mendatangi rumahnya, mengaku pernah dijanjikan jabatan sama seseorang yang mengaku utusan dirinya.
Orang tersebut mengaku suruhan Merah Sakti dan meminta uang senilai Rp30 juta sebagai imbalan jabatan yang akan diberikan. Mantan kadis lalu percaya dan menyerahkan uang tersebut. Belakangan mantan pejabat langsung menemui Merah Sakti untuk mempertanyakan kebenaran hal itu. Akhirnya ia baru mengetahui ditipu sama seseorang setelah menemui Merah Sakti.
“Tidak usah saya sebutkan siapa namanya. Ada mantan kepala dinas datang ke rumah. Kasih lihat foto ada yang minta uang 30 juta. Orang tersebut mengaku suruhan wali kota dan ibu wali. Setelah uang diberikan, akhirnya ia tidak dilantik juga,” kata Merah Sakti usai melantik puluhan pejabat eselon II dan III dalam mutasi di gedung serbaguna, pendopo Wali Kota Subulussalam, Sabtu, 7 Januari 2017.
Merah Sakti menegaskan, mantan pejabat tersebut terlalu mudah percaya sama seseorang yang menjanjikan jabatan. Akibatnya ia harus menelan kerugian dan orang lain yang mendapat keuntungan.
“Saya katakan anda terlalu mudah percaya sama seseorang yang mengaku utusan wali kota. Sekarang lebih baik anda buat laporan ke polisi supaya diusut,” kata Merah Sakti.
Selain itu, kata Merah Sakti, ia juga mendapat informasi saat duduk di warung bersama mantan Ketua PAN Subulussalam, Syahril Tinambunan sehari sebelum pelantikan.
Disebutkan, Kabbun Bancin yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) juga pernah ditipu sama seseorang yang mengaku suruhan wali kota meminta uang untuk posisi jabatan.
“Nasib Kabbun Bancin juga pernah mengalami hal yang sama, saya dapat info saat duduk dengan Syahril Tinambunan. Saya katakan, cari orang itu laporkan ke pihak polisi,” kata Merah Sakti.[]