BANDA ACEH Mahasiswa FKIP PKK Unsyiah memamerkan busana limbah plastik dan goni di Unsyiah Fair X, di Darussalam, Banda Aceh, Senin, 19 Oktober 2015.
Busana ini dibuat sebagai suatu karya cipta dari hasil limbah, agar masyarakat juga bisa memberikan apresiasi terhadap limbah,” ujar Anggia Mustika, Alumni Mahasiswi FKIP PKK Unsyiah.
Busana limbah plastik ini dikombinasi dengan goni, perca, dan aksesoris sebagai fantasi pada busana. Sementara badan busana terpisah antara rok yang dikembangkan menggunakan kawat besi. Untuk bagian atas badan busana limbah ini menggunakan goni yang dikombinasi anyaman kain perca.
Teknik penyelesaian busana ini tidak hanya dijahit menggunakan mesin, tetapi juga menggunakan teknik menjahit tangan, metode jelujur. Proses persiapan busana limbah plastik ini memakan waktu selama 2 hari.
Untuk bagian bawah rok, mahasiswa PKK Unsyiah menghiasinya dengan bunga dari plastik kresek. Inspirasi busana limbah ini disebut-sebut termotivasi dari warna dasar Aceh, yaitu kuning dan merah.
“Inspirasi ini juga mengikut busana yang sedang in sekarang dan ala nyonya-nyonya kerajaan Eropa, katanya.[](bna)