JAKARTA – Aceh secara resmi mengajukan pencalonan diri untuk menjadi Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024. Kepastian pengajuan diri secara resmi ini disampaikan perwakilan Aceh kepada Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung KONI Pusat, di Jakarta, Kamis, 21 April 2016.
Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, delegasi Aceh dari unsur KONI Aceh, Pemerintah Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Staf Khusus Wali Nanggroe Aceh disambut langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dan Wakil Ketua I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno.
Dari KONI Aceh hadir antaralain, Ketua Harian Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, Wakil Ketua I Musa Bintang, Sekretaris Umum M. Nasir, Bendahara Umum Kennedy Husein, dan Kepala Sekretariat KONI Aceh Alfian Zuhri. Dari DPRA hadir Adam Muhklis selaku Wakil Ketua Komisi V dan Ketua Komisi IV Tengku Anwar.
Pemerintah Aceh diwakili Kepala Dinas Pemuda dan olahraga (Kadispora) Asnawi, serta hadir juga Staf Khusus Wali Nanggro Aceh Dr. Muhammad Rafiq.
Abu Razak mengatakan, setidaknya ada dua agenda penting pada pertemuan tersebut. pertama menyampaikan secara resmi Surat Pencalonan Aceh Sebagai Tuan Rumah PON XXI Tahun 2024 yang ditandatangani Gubernur Aceh H. Zaini Abdullah.
Kedua, kita juga membicarakan subtansi yang harus dipersiapkan Aceh untuk menjadi Tuan Rumah PON XXI 2024, baik dari segi teknis maupun strategi, kata Abu Razak.
Meskipin bidding (seleksi calon-calon tuan rumah) PON XXI 2024 baru akan dilakukan pada tahun 2018, Abu Razak mengatakan bahwa KONI Aceh bersama pihak-pihak terkait lainnya telah fokus mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya.
Untuk diketahui, ini merupakan kedua kalinnya Aceh mengajukan diri menjadi Tuan Rumah PON.
Kita harap KONI Pusat dapat membantu upaya Aceh untuk menjadi Tuan Rumah PON XXI 2024, kata Abu Razak dalam pertemuan tersebut.
Menanggapi penyampaian delegasi Aceh, Tono Suratman mengatakan bahwa KONI Pusat sangat mendukung keinginan Aceh untuk menjadi Tuan Rumah PON. Ia menyarankan, dalam sisa waktu selama dua tahun jelang bidding PON, Aceh hendaknya dapat mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan.