BANDA ACEH – Kontingen Aceh hanya berhasil menempati peringkat ke delapan perolehan medali hingga hari akhir pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIV. Dalam even tersebut tim tuan rumah hanya menyabet 3 emas, 13 perak, dan 14 perunggu.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang hadir pada penutupan kegiatan Pomnas di AAC Dayan Dawood, turut mengajak para atlit berprestasi untuk menjadi duta Aceh. Mereka diharapkan bisa mengabarkan kondisi keamanan yang tentram dan kondusif selama berada di Aceh.
Kabarkan suasana bahagia yang ada di daerah kami ini kepada para handai tolan di daerah masing-masing. Jika perlu ajaklah sahabat dan sanak keluarga berwisata di Aceh. Rakyat Aceh pasti menyambut dengan tangan terbuka tamu yang datang berkunjung ke daerah kami ini, kata Gubernur.
Dia mengatakan Aceh sangat bangga dipercayakan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pomnas ke 14 ini.
Tentunya ada banyak pengalaman baru yang kita dapatkan dari event ini, khususnya bagi kami selaku tuan rumah. Insya Allah, dengan pengalaman ini, Aceh dapat menyelenggarakan event-event mendatang dengan lebih baik lagi, ujarnya.
Insya Allah, kebangkitan olahraga Indonesia dapat terlihat dari semangat para atlit yang bertanding dan atlit yang terbaik pada POMNAS ini akan berkesempatan mewakili Indonesia pada ASEAN University Games yang berlangsung di Singapura tahun depan. Karena itu tetaplah berlatih dengan keras, agar saudara mampu membanggakan bangsa dan negara kita, kata Gubernur.
Di sisi lain, Gubernur Aceh mengharapkan agar atlet yang belum berprestasi untuk tidak berputus asa. Pasalnya peluang mengasah diri untuk menjadi lebih baik masih terbuka lebar pada even-even nasional lainnya.
Ingat, seorang juara tidak lahir dengan sendirinya, tapi ia dilahirkan dari proses latihan keras dan tekad yang kuat. Semangat juang seperti inilah yang diharapkan menjadi spirit bagi semua atlit Indonesia agar kelak lahir atlit nasional yang dapat mengharumkan bangsa di kancah internasional,” kata Gubernur.
Menurut Gubernur, Pomnas bukan semata-mata untuk mencari atlit terbaik di tingkat nasional, tetapi juga bertujuan untuk mengukur sejauh mana proses pembinaan olahraga mahasiswa di masing-masing daerah.
Karena itu BAPOMI atau Badan Pembina Olahraga Mahasiswa masing-masing Provinsi dapat menjadikan hasil POMNAS ini sebagai bahan evaluasi untuk pembinaan yang lebih baik di masa depan. Dengan demikian proses pembinaan atlit mahasiswa di negeri kita akan terus berkembang dan semakin kompetitif, kata Gubernur.
Sebagai catatan, pelaksanaan Pomnas ke-15 akan berlangsung di Makasar, Sulawesi Selatan, pada 2017 mendatang. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan bendera Pomnas dari Rektor Unsyiah, Prof Dr. Ir Samsul Rizal, M.Eng, kepada Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof. Intan Ahmad, Phd. Bendera tersebut kemudian diserahkan kepada Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA.
Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Delian, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Iskandar Zulkarnaen dan SKPA terkait, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah, Sulaiman Abda, serta para civitas akademika Unsyiah.[]