JAKARTA — Pemerintah telah menyiapkan tiga lokasi wisata halal untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia. Ketiga lokasi tersebut adalah Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ketiga tempat itu menjadi Moslem Friendly Destination.
“Kami mengundang pelancong asal Malaysia menikmati Wisata Halal di Indonesia. Indonesia memiliki potensi bisnis dalam produk Islamic Tourism untuk dipromosikan, seperti hotel, restoran, dan spa yang berbasis syariah,” kata Iqbal Alamsjah, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, dalam keterangan resminya, Minggu (8/11/2015).
Dia menambahkan, Malaysia yang penduduknya mayoritas beragama Islam, merupakan pasar strategis bagi Indonesia untuk mempromosikan Wisata Halal. Pelancong asal negara Jiran itu ke Indonesia terus meningkat.
Tahun ini diperkirakan lebih dari 1,5 juta warga Malaysia berdatangan ke berbagai destinasi wisata di Tanah Air, dengan estimasi akan tumbuh sebesar 9,26% pada tahun 2016 mendatang.
Master Card-Crescent Rating baru-baru ini melansir Muslim Shopping Travel Index yang mengungkapkan total pengeluaran wisatawan muslim secara global pada 2014 sebesar US$62 miliar. Kota-kota di wilayah Asia Pasifik menjadi salah satu pilihan destinasi utama bagi para turis muslim.
Dalam ajang The World Halal Travel Summit 2015 yang berlangsung di Dubai beberapa waktu lalu, Lombok dinobatkan sebagai World's Best Halal Tourism Destination, mengalahkan Amman (Jordan), Antalya (Turki), Kairo (Mesir), Doha (Qatar), Istanbul (Turki), Kuala Lumpur (Malaysia), Marrakesh (Maroko), dan Tehran (Iran).
Lombok juga memperoleh predikat sebagai World's Best Halal Honeymoon Destination menyingkirkan kota Abu Dhabi (UAE), Antalya (Turki), Krabi (Thailand), dan Kuala Lumpur (Malaysia). Tak heran kalau Lombok mendapat predikat sebagai tempat wisata halal, mengingat tempat itu juga mendapat julukan Kota Seribu Masjid. “Di mana saja selalu ada Masjid yang memudahkan wisatawan untuk melaksanakan sholat,” ujar Iqbal.[] Sumber: bisnis.com