BANDA ACEH Pemerintah Aceh mulai tahun ini mencanangkan thalassemia campaign (kampanye untuk thalassemia) dengan tujuan bisa menurunkan jumlah penderita thalassemia di Aceh menuju nol. Memperingati World Thalassemia Day (WTD) akan digelar street campaign di Simpang Lima dan celebrasi bersama Gubernur Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Minggu, 8 Mei 2016.
Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com dari pihak Yayasan Darah Untuk Aceh, Sabtu (hari ini), disebutkan, saat ini thalassemia di Aceh ibarat gunung es, yang terlihat sedikit dipermukaan, namun banyak kasus yang tak diketahui akibat ketiadaan informasi di masyarakat. Dengan adanya kampanye thalassemia, diharapkan setiap masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang thalassemia.
Sejak tahun 2012 lalu, di Aceh, Yayasan Darah Untuk Aceh selalu ikut memperingati Hari Thalassemia Internasional setaip tanggal 8 Mei. Hal ini dilakukan untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa thalassemia bukan penyakit menular namun diturunkan oleh kedua orangtua serta belum ada obat untuk menyembuhkannya.
Tentunya kondisi ini jika dibiarkan tanpa ada penanganan dan pencegahan yang baik, bisa menyebabkan Aceh kehilangan generasi penerusnya dalam 20 tahun yang akan datang. Kondisi ini tentu memprihatinkan.
Dijelaskan, kondisi ini bisa diantisipasi dengan memberi pengobatan yang baik kepada penderita sehingga penderita bisa mendapat kualitas hidup yang baik pula. Kemudian kita bisa menurunkan angka penderita dengan memberi pemahaman kepada masyarakat untuk bisa memeriksakan dirinya sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.