TERKINI
BAHASA

AC, “Ase”, atau “Eisi”?

HAMPIR semua kantor, baik kantor pemerintah maupun swasta menggunakan AC sebagai penyejuk ruangan. Ada beberapa kepanjangan untuk AC. AC sebagai alternating current atau arus bolak-balik,…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.3K×

HAMPIR semua kantor, baik kantor pemerintah maupun swasta menggunakan AC sebagai penyejuk ruangan. Ada beberapa kepanjangan untuk AC.

AC sebagai alternating current atau arus bolak-balik, account current atau rekening koran, dan air conditioning atau penyejuk ruangan. AC yang dibahas pada saat ini adalah AC yang bermakna penyejuk ruangan.

AC adalah sistem atau mesin yang dirancang untuk menstabilkan suhu udara dan kelembaban suatu tempat pada waktu tertentu. AC merupakan singkatan yang sering digunakan untuk merujuk pada pendingin ruangan.

Ada beberapa penyebutan atau pelafalan untuk istilah ini. Ada yang melafalkan dengan cara bahasa Indonesia dan ada yang melafalkan dengan cara bahasa Inggris.

Dalam percakapan resmi dan tidak, AC dilafalkan dengan berbagai cara. Manakah pelafalan yang tepat untuk istilah bahasa asing ini? Jika kita melafalkan dengan cara bahasa Indonesia, tentu akan terkesan dipaksakan karena AC merupakan istilah asing, bukan istilah dalam bahasa Indonesia.

Pelafalan AC dengan cara bahasa Indonesia, apabila ditelusuri secara akademis, tidak berterima karena kata “air” dalam bahasa Indonesia bermakna benda cair yang terdapat di sumur, sungai, danau, dan lain sebagainya, sedangkan kata “air” dalam bahasa Inggris bermakna ‘udara’ dalam bahasa Indonesia. Dari makna kata saja sudah diketahui kalau dengan cara bahasa Indonesia singkatan AC ini kurang tepat jika dilafalkan demikian.

Pelafalan AC dengan cara bahasa Inggris (eisi) juga harus ditelusuri secara akademis apakah tepat atau tidak. AC (eisi), jika digunakan untuk merujuk pada penyejuk ruangan, bisa benar bisa juga salah. Mengapa demikian?

AC yang merujuk pada penyejuk ruangan, pada budaya negara yang berbahasa ibu bahasa Inggris menggunakan istilah “aircon” (ercon) dari air conditioning, bukan AC (eisi). AC (eisi) cenderung lebih banyak digunakan merujuk pada alternating current atau arus bolak-balik daripada merujuk pada penyejuk ruangan. Pada budaya negara yang bahasa keduanya bahasa Inggris, misalnya Filipina, istilah AC (eisi) lebih sering digunakan daripada “aircon” (ercon) walaupun tidak mutlak.

Berdasarkan perkembangan pemakaiannya, pelafalan AC sering digabungkan antara pelafalan bahasa Indonesia dan pelafalan bahasa Inggris. Singkatan AC dilafalkan asé. Huruf a tetap dilafalkan “a” seperti pada bahasa Indonesia. C dilafalkan “se” pada bahasa Inggris untuk kata-kata seperti census, cent, dan celebrate.

Bagaimana dengan Anda?

Sumber: Tribun Manado

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar