BANDA ACEH – Paham radikal yang mengarah kepada aksi terorisme dinilai sulit berkembang di Aceh, karena Islam yang dianut warga provinsi itu karakternya lebih moderat dan menjunjung toleransi.
“Paham-paham (radikal) seperti itu memang susah berkembang, karena saya kira di Aceh ini ada karakter Islam yang lebih modern,” kata Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Abdullah Saleh di Banda Aceh, Selasa (19/1/2016).
Menurutnya, selama 30 tahun konflik bersenjata melanda Aceh, tak muncul aksi radikalisme atas nama agama di provinsi ini seperti penyerangan terhadap non muslim atau membakar rumah ibadah.