BANDA ACEH – Tokoh eks GAM yang tergabung dalam Achenesse Australia Association (AAA) sampai dengan hari ini, Sabtu (28/11), masih terus berupaya mengajak Pemerintah Aceh untuk berdialog langsung dengan pimpinan kelompok bersenpi, Nurdin Ismail alias Din Minimi.
AAA dalam hal ini memberi masukan kepada Pemerintah Aceh untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami kelompok tersebut yang saat ini berjuang untuk membela rakyat Aceh dan anak yatim maupun janda korban konflik yang sudah dijanjikan para petinggi GAM.
Kami sudah menawarkan kepada Pemerintah Aceh untuk melakukan dialog dan mencari solusi agar permasalahan tuntutan kelompok Din Minimi dapat diselesaikan, kata pimpinan AAA, Tgk. Sufaini Syekhy.
Beberapa waktu lalu, Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi saat ditanyai wartawan di SPN Seulawah, Aceh Besar, mengatakan, mana realisasi dari lembaga-lembaga yang melakukan pendekatan dengan Din Minimi. Artinya, kata jenderal bintang dua itu, lembaga tersebut tidak mampu membujuk Din Minimi.
Sementara menyikapi hal itu, Tgk Syekhy kepada Waspada Online mengatakan, upaya tersebut tidak semudah seperti membalikkan tangan. Yang jelas menurutnya, upaya yang sedang dilakukannya itu mesti melewati tahapan salah satunya Pemerintah Aceh segera dialog dengan Din Minimi.
Kami juga meminta kepada pihak Kepolisian untuk menghentikan pengejaran terhadap kelompok Din Minimi, kemudian diharapkan Kapolda Aceh juga dapat melakukan dialog bersama Din Minimi dan AAA siap menjadi mediator, harapnya.
Din Minimi saat ini kata dia juga membuka diri untuk berdialog dengan Pemerintah Aceh agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Akan tetapi sampai saat ini sepertinya Pemerintah Aceh belum memberikan waktu untuk berdialog bersama Din Minimi.
Kami telah melakukan semampu kami untuk melakukan penyelesaian secara dialog, baik dengan Pemerintah Aceh dan Kapolda Aceh. Kami juga sampaikan kepada Din Minimi agar tidak melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan baik polisi maupun TNI, terang Tgk Syekhy.[] sumber: waspada