TERKINI
NEWS

Berjumpa dengan Partai Pemenang Taiwan, Ini Misi Pak Cek Bakal Cabup Aceh Besar

TAIPEI – Ketua PA Aceh Besar, Saifuddin Yahya, berjumpa secara resmi dengan Partai Demokrasi progresif (DPP) Taiwan di kantor pusatnya di kota Taipei, Rabu,  6…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

TAIPEI – Ketua PA Aceh Besar, Saifuddin Yahya, berjumpa secara resmi dengan Partai Demokrasi progresif (DPP) Taiwan di kantor pusatnya di kota Taipei, Rabu,  6 April 2016. Pertemuan tersebut merupakan momen penting karena DPP merupakan partai pemenang 68 persen suara dalam pemilihan umum dan sekaligus memenangkan posisi Presiden Taiwan di masa mendatang.

”Kunjungan ini memenuhi undangan yang disampaikan Fu Jen University yang meminta saya menjadi pembicara pada seminar yang berkenaan dengan pengembangan usaha sosial di Aceh. Mereka meminta saya menyampaikan pengalaman atas inisiatif mantan GAM dalam membangun kawasan pertanian di Aceh Besar,” ujar Saifuddin Yahya dalam siaran pers yang dikirim ke portalsatu.com, Kamis, 7 April 2016.

Saifuddin atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Cek mengatakan dalam kunjungan tersebut dirinya difalisitasi untuk bertemu dengan DPP. Hal ini, kata dia, merupakan kesempatan besar untuknya dan juga Partai Aceh di Aceh Besar guna membangun hubungan ke depan.

“Terutama PA dapat belajar dari pengalaman DPP dalam memperkuat partainya,” kata Pak Cek yang juga bakal calon Bupati Aceh Besar dari Partai Aceh ini.

Pak Cek mengatakan DPP berhasil merebut kepercayaan masyarakat dengan memperkenalkan ide yang hendak diperjuangkan. Menariknya lagi, masyarakat akar rumput berpartisipasi bukan hanya memilih saat pemilu tapi ikut membiayai kegiatan-kegiatan partai.

“Sehingga DPP bertanggung jawab penuh dalam mensejahterakan masyarakat,“ kata Pak Cek.

Sementara itu, perwakilan DPP, Ketty W. Chen, mengatakan partai politik tersebut belajar dari kekalahan di masa lalu.

“Dengan keterbatasan keuangan, kami mencoba membangun pendekatan yang lebih inovatif ke masyarakat. Nyatanya masyarakat pintar dan memahami gagasan yang kami sampaikan karena gagasan tersebut berhubungan dengan kepentingan mereka,” kata Ketty.

Dia mengaku sangat menginginkan memperkuat hubungan DPP dengan PA dalam berbagi pengalaman. Termasuk memperkuat institusi, kapasitas konstituen. “Kami ingin berkunjung ke Aceh untuk belajar disana dan berbagi pengalaman kami,” ujarnya lagi.

Ketty melanjutkan, DPP memiliki kebijakan untuk memperkuat hubungan Taiwan dengan Asia Tenggara terutama Indonesia. Kebijakan tersebut dikembangkan dalam kerangka yang disebut “New South bound Policy

“Mudah-mudahan ini langkah awal untuk membangun kerjasama dengan Aceh dan Indonesia,” kata Ketty.

Sedangkan Juanda Djamal, Sec-Gen Konsorsium Aceh Baru, mengatakan kebijakan DPP memberikan peluang besar dalam memperkuat kapasitas generasi muda Aceh. Salah satu poin pentingnya adalah Taiwan ingin memperkuat pertukaran people to people.

“Jadi kita dapat bekerjasama dengan mengirimkan anak muda Aceh untuk belajar skills dan juga teknologi, sehingga Aceh dapat memperbaiki dan menyediakan tenaga kerja yang berkualitas di masa depan,” katanya.

Dia mengatakan momentum ini perlu dikembangkan dengan aksi nyata di masa mendatang. Hal ini bisa dimulai dengan memperkuat sumber daya manusia.

“Belajar dari Taiwan membangun sistem ekonominya maupun SDM-nya. Aceh sangat kaya, tanpa SDM yang handal maka kekayaan alam tersebut akan habis dengan tidak membawa dampak apapun bagi kepentingan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Juanda Djamal.[](bna)

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar