BANDA ACEH - Juru Bicara Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA- PA) Suadi Sulaiman menyebutkan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar tidak meminta Muzakir Manaf…
BANDA ACEH – Juru Bicara Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA- PA) Suadi Sulaiman menyebutkan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar tidak meminta Muzakir Manaf memilih calon wakil dari internal PA. Hal tersebut disampaikannya menjawab maraknya isu yang menyebutkan adanya “peunutoh” Wali untuk pasangan Muzakir Manaf di Pemilukada mendatang.
“Kita membantah karena informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah kita keluarkan,” kata Adi Laweung, sapaan akrab Suadi Sulaiman, kepada portalsatu.com, Kamis, 7 April 2016.
Adi Laweung menjelaskan acara yang berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Pidie itu merupakan silaturrahmi biasa antara Tuha Peut dan Ketua DPA Partai Aceh, dengan pengurus PA dan KPA Pidie dan Pidie Jaya.
“Jadi itu hanya silaturrahmi biasa antara pimpinan partai dan kader PA Pidie, tidak ada pembahasan yang berkaitan dengan pembahasan politik,” kata Adi Laweung.
Sebelumnya, Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem juga menyampaikan hal senada. Hana beutoi nyan. Wali hana geupeugah lage nyan lam rapat (Tidak betul itu. Wali tidak mengatakan seperti itu dalam rapat), kata Mualem melalui handphone dari Jakarta, Rabu, 6 April 2016.
Menurut Mualem, rapat dirinya dan Wali Nanggroe di kantor DPW Partai Aceh di Sigli, beberapa waktu lalu, lebih kepada curhat serta kiat-kiat memenangkan Pilkada nanti.
Wali Nanggroe selaku orang yang dituakan juga memberi petuah-petuah penting bagi kader Partai Aceh untuk merebut hati masyarakat. Salah satunya dengan menunjukkan kekompakan serta kesolidan.
Wali berpesan bahwa masalah yang rayeuk tapeu aloh. Masalah aloh ta peu gadoh. Masing-masing pihak memedam ego pribadi untuk kepentingan bersama. Nyan salah satu arahan dari wali, kata Mualem lagi.
Memang, kata Mualem, ada saran-saran dari eks-Tripoli terkait pandangan calon dari Partai Aceh ke depan. Termasuk kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika seandainya PA berpasangan dengan Parnas atau sebaliknya jika dirinya maju dengan internal.
Cuma semua saran tadi dikembalikan bak lon. Demikian juga saran dari Wali Nanggroe. Jinoe dengan na berita bak media online nyan, seolah-olah peunutoh. Padahal bukan demikian. Wali masih hidup. Bisa ditanya langsung, ujarnya lagi.
Mualem juga meminta seluruh kader Partai Aceh dan KPA untuk tak terpengaruh dengan isu yang belum tentu kebenarannya.
Kalau ada mendengar isu. Silakan tanya langsung pada saya. Belakangan ini memang banyak media online yang pro Cagub tertentu dan membuat berita yang merugikan saya. Kita tahu media itu dan kita tahu bahwa pimpinannya itu adalah Timses sebelah. Makanya jangan terprovokasi, ujarnya.
Mualem mengajak seluruh KPA dan PA untuk bersatu melawan fitnah yang sedang ditebarkan. Jangan terprovokasi. Demikian juga untuk seluruh kabupaten kota. Jangan terpancing. Kasep masa konflik tanyoe diprovokasi, masa damai bek lee. Dalam waktu dekat ini, saya akan memanggil seluruh perwakilan KPA PA seluruh Aceh. Kita satukan sikap untuk Aceh dan calon kabupaten kota, ujarnya.
Sekali lagi jangan terprovokasi, katanya lagi.[](bna)