JAKARTA – Kejahatan seksual yang menimpa anak-anak sering kali tak langsung diketahui orangtua.
Bisa jadi baru diketahui beberapa minggu setelah peristiwa terjadi, sebulan kemudian, bahkan bertahun-tahun kemudian apabila tidak tampak cedera fisik.
Padahal, biasanya anak menunjukkan perubahan perilaku setelah mengalami kekerasan seksual.
Psikiater Anak dan Remaja di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Herdjan, Jakarta, Suzy Yusna Dewi mengatakan, orangtua harus lebih peka dengan perubahan perilaku yang terjadi pada anak.
Ciri-ciri anak yang mengalami kekerasan seksual antara lain, menjadi lebih pendiam, malu melakukan aktivitas, ketakutan, stres, hingga depresi.
“Perubahan perilaku bermacam-macam, tiap anak berbeda-beda. Orangtua harus lebih aware,” kata Suzy dalam seminar di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Herdjan, Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Suzy mencontohkan kasus anak berusia 12 tahun yang mengalami kekerasan seksual sejak November 2013 hingga 2014.