TERKINI
EKBIS

Mahasiswa: Ekonomi Aceh Stagnan

BANDA ACEH - Sektor perekonomian Aceh terkesan jalan di tempat. Padahal Aceh memiliki anggaran yang besar dengan dana otonomi khusus melimpah. Demikian disampaikan Presiden Mahasiswa…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 668×

BANDA ACEH – Sektor perekonomian Aceh terkesan jalan di tempat. Padahal Aceh memiliki anggaran yang besar dengan dana otonomi khusus melimpah.

Demikian disampaikan Presiden Mahasiswa Unsyiah, Hasrizal, saat ditemui di Darussalam, Banda Aceh, Rabu, 23 Maret 2016. “Ada yang salah dengan kebijakan Aceh, ketika anggaran besar tapi rakyat tidak sejahtera dan perekonomian lambat,” ujarnya.

Pernyataan Hasrizal dibenarkan oleh Said Fuadi, Presma UIN Ar Raniry. Ditemui secara terpisah, Said Fuadi menyebutkan Pemerintah Aceh salah fokus.

“Seharusnya Pemerintah Aceh lebih fokus pada bidang pertanian dan wirausaha karena kedua sektor ini dominan jadi mata pencaharian masyarakat Aceh,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Aceh Judicial Monitoring Institute (AJMI), Agusta Mukhtar, menilai Pemerintahan Aceh di masa kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (ZIKIR) belum juga menunjukkan hasil yang memuaskan menjelang lima tahun kepemerintahannya. Fakta kinerja Pemerintahan ZIKIR justru lebih banyak terlihat dan fokus untuk kepentingan dan agenda-agenda partai politik maupun kelompok tertentu, sehingga agenda-agenda untuk kesejahteraan masyarakat terkesan sengaja diabaikan.

“Secara praktis dalam lima tahun terakhir ini yang mengemuka dari kinerja Pemerintah Aceh adalah mengurus agenda-agenda politik maupun upaya pengesahan Qanun Wali Nanggroe beserta Qanun Lambang dan Bendera,” ujar Agusta Mukhtar, Rabu, 23 Maret 2016.

Dia mengatakan dari sekian banyak program-program yang dijalankan oleh Pemerintah Aceh, permasalahan di masyarakat Aceh justru semakin kompleks dan tidak bisa terjawab. Apalagi jika merujuk kembali pada janji-janji politik yang disampaikan oleh ZIKIR pada saat kampanye.

“Walaupun muatannya sudah dituangkan dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah (RPJM), tapi kenyataannya belum juga dari perencanaan tersebut dapat direalisasikan kepada masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan,” kata Agusta di Banda Aceh. (Baca: Direktur AJMI: Pemerintahan Aceh di Bawah Kendali ZIKIR Tidak Memuaskan).[](bna)

Laporan: Munawir Syarif

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar