LHOKSUKON Sebanyak 26 Kepala Keluarga (KK) mengungsi akibat banjir yang menerjang Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara sejak Kamis 22 Oktober 2015. Warga memilih mengungsi ke musala dan kawasan bukit yang lebih tinggi.
Sejak semalam saya mengungsi di musala hanya dengan membawa pakaian di badan, beras seadanya dan beberapa barang lainnya. Di sini ada empat keluarga yang mengungsi. Sejauh ini belum ada bantuan apapun dari pemerintah, kata Muhammad Ali Medang, 40 tahun, warga Desa Buket Linteung saat ditemui portalsatu.com di lokasi, Jumat, 23 Oktober 2015 sore.
Ia mengatakan musibah banjir tahunan itu kerap membuat rugi masyarakat, baik itu dalam hal materi atau lainnya.
Anak-anak sudah dua hari tidak sekolah akibat banjir. Jika memang besok masih banjir, maka libur pun berlanjut, ujarnya.
Secara terpisah, Raimah, 45 tahun, warga Dusun Pateng, Desa Buket Linteng mengatakan, terpaksa mengungsi ke bukit yang lebih tinggi sejak kemarin (Kamis-red).
Hari ini rencananya anak-anak akan membangun rangkang alakadar di bukit. Kami juga harus bolak-balik ke rumah untuk mengambil barang untuk diselamatkan ke bukit, katanya.