TAKENGON – Syedara Apa Karya Pusat meminta KPK segera turun tangan mengevaluasi penggunaan anggaran oleh Pemerintah Aceh.
<!–StartFragment–>Hal itu disampaikan Koordinator Syedara Apa Karya Pusat, Safrizal, menanggapi penahanan mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani oleh KPK terkait dugaan mark up proyek pembangunan dermaga Sabang 2011 lalu.
“Ini (kasus Ruslan-red) menjadi pintu masuk bagi KPK untuk mengevaluasi penggunaan anggaran oleh Pemerintah Aceh,” kata Safrizal melalui selulernya kepada portalsatu.com, Kamis, 17 Maret 2016.
Keberadaan penegak hukum di Aceh, katanya, juga terkesan tidak berperan baik dalam melakukan pemberantasan korupsi yang marak dilakukan pejabat Aceh.