TERKINI
BAHASA

Huruf Kapital Metode Siapa?

Sebenarnya, dalam penulisan huruf kapital lazimnya orang menggunakan dua cara.

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.8K×

Dalam tradisi tulis menulis sejak dulu hingga kini, huruf kapital atau huruf besar bukanlah sesuatu yang asing terdengar. Keduanya selalu menghiasi setiap tulisan. Boleh dikatakan, dalam tradisi tulis menulis, huruf kapital nyaris tak ada yang acuhkan. Keduanya juga digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Meski demikian, tak banyak yang tahu, penulisan huruf kapital atau huruf besar mengikuti metode siapa?

Sebenarnya, dalam penulisan huruf kapital lazimnya orang menggunakan dua cara. Cara yang pertama mengikuti metode yang dikembangkan oleh Winnen, yaitu dengan menggunakan huruf A, M, N, dan sebagainya. Cara kedua mengikuti model dikembangkan oleh Tazelaar, yaitu dengan menggunakan huruf kecil yang dibesarkan, a, m, n.

Kedua cara itu dalam bahasa Indonesia dapat digunakan. Namun, dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah dasar dianjurkan agar menggunakan metode Tazelaar. Hal itu sesuai dengan surat keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 094/C/Kep/I.83, 7 Juni 1983.

Di Belanda dan beberapa negara lain di Eropa, bentuk huruf yang digunakan pada umumnya mengikuti metode Tazelaar. Namun, di Indonesia, sesuai dengan sarana praktis yang tersedia, seperti mesin cetak dan mesin tulis lain, bentuk huruf kapital yang dikembangkan oleh Tazelaar tidak banyak digunakan, kecuali dalam bentuk tulisan tangan.

Sebaliknya, karena berbagai sarana praktis yang tersedia pada umumnya hanya menyediakan huruf-huruf seperti yang dikembangkan oleh Winnen, metode Winnen yang lebih banyak digunakan.[]

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar