SUASANA warung makan Musleni Tomyan relative ramai, Kamis malam, 1 Oktober 2015. Sejumlah keluarga tampak menikmati makan malam.
Sekitar pukul 21.15 WIB, sejumlah mobil tiba-tiba merapat.
Katrok sang, ujar seorang pemuda berkaos oblong. Ia adalah Tarmizi Panyang, anggota DPR Aceh dari Partai Aceh.
Beberapa wartawan bangun dari tempat duduk untuk menyalami rombongan yang datang. Di barisan depan ada Sofyan Dawood yang memakai topi pet, disusul Muzakir Manaf dan Ayah Merin dari belakang.
Kiban sehat? ujar Sofyan Dawood kepada wartawan portalsatu.com. Ia kemudian menyalami satu persatu wartawan, dan Tarmizi Payang. Kemudian Sofyan Dawood memilih duduk di kursi ke dua dari kiri. Sedangkan Mualem duduk selang satu kursi di sebelah Sofyan Dawood.
Droeneuh ka tumbon, kata Tarmizi Payang yang kemudian duduk di kursi paling kiri.
Soe? tanya Sofyan Dawood.
Droneuh, Aduen, jawab Tarmizi Panyang.
Iya. Hana olahraga lee. Ka limoeng buleun, ujar Sofyan Dawood.
Rombongan dan wartawan kemudian makan malam bersama. Beberapa awak media mengabadikan momen langka tersebut.
Piyoh komputer, kata Ayah Merin saat melihat Teungku Jamaika datang. Komputer adalah panggilan untuk Teungku Jamaika saat Aceh masih berkonflik.
Keunoe laju, ujar Mualem sambil memegang bangku kosong antara dirinya dengan Sofyan Dawood. Kursi tersebut kemudian ditempati Teungku Jamaika.
Nyoe (ini) silaturahmi biasa. Dalam Rangka Idul Adha, kata Mualem usai makan kepada wartawan.
Sama orang lain kita bisa berdamai, apalagi dengan rekan seperjuangan yang kita kenal sejak dulu. Kita ingin ini kembali bersatu, kata Mualem lagi.
Sofyan Dawood kemudian menambahkan, ini bukanlah pertemuan pertama dirinya dengan Muzakir Manaf. Selama ini tidak terekspos media saja, kata Sofyan Dawood.
Dirinya, kata Sofyan Dawood, menginginkan semua ekskombatan kembali bersatu.
Kita berharap ini diikuti rekan-rekan di kabupaten/kota. Sesuatu yang baik itu harus diikuti, kata Sofyan Dawood.
Kata Sofyan Dawood, selama ini banyak isu yang beredar bahwa ekskombatan sudah makmur. Padahal itu, kata dia, semua tidaklah benar adanya.