SEBUAH penelitian dari Amerika Serikat mengklaim manusia bisa mencium bau kematian layaknya binatang. Bau ini mengaktifkan sistem paling purba dalam otak manusia, yakni lari atau lawan.
Dr Arnaud Wisman dari University of Kent dan Dr Ilan Shrira dari Arkansas Tech University melakukan penelitian gabungan terkait bau ini. Mereka mengatakan bahwa ada komponen kimiawi khusus yang keluar dari tubuh seseorang ketika sedang menghadapi kematian atau sekarat.
Komponen kimia yang disebut sebagai putrescine tersebut ternyata memiliki bau khusus. Dan bau khusus ini hanya keluar ketika seseorang sedang sekarat atau mendekati kematian, yang jika dicium oleh orang lain akan menyebarkan rasa takut dan ingin melarikan diri.
“Orang mungkin memiliki preferensi berbeda tentang bau yang mereka suka dan tidak sukai. Bau memang bisa memengaruhi emosi dan perilaku kita. Namun penelitian kami membuktikan bahwa bau ternyata juga bisa menyebarkan rasa takut yang berhubungan dengan kematian,” tutur Wisman, dikutip dari Medical Daily, Rabu (21/10/2015).