TERKINI
TAK BERKATEGORI

Silaturahmi KPA/PA Ban Sigom Aceh, Mualem: Seutot Perjuangan, Bèk Seutot Ureung

IDI RAYEK - Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Kabupaten Aceh Timur melaksanakan acara silaturahmi ban sigom Aceh yang…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 3.4K×

IDI RAYEK – Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Kabupaten Aceh Timur melaksanakan acara silaturahmi ban sigom Aceh yang dibingkai peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., di Lapangan Idi Sport Center (ISC), Idi Rayek, Senin, 29 Februari 2016.

Acara yang juga dirangkai dengan pendeklarasian calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur periode 2017-2022, yaitu H. Hasballah Muhammad Thaib (Rocky) dan Tengku Syahrul bin Syamaun, dihadiri Ketua Tuha Peut Partai Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haythar. Turut hadir sejumlah ulama besar Aceh, seperti Waled Nurzahri Samalanga, Abu Mustafa Paloh Gadeng, Abu Daud, Abu Paya Pasi, Tengku Abdul Muthaleb, Wakil Ketua KPA/PA Pusat Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak dan Tengku Darwis Djeunieb, Juru Bicara DPA PA Suadi Sulaiman alias Adi Laweung.

Sejumlah anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh juga hadir, yaitu Iskandar Usman Al-Farlaky, Tengku Usman alias Postman, dan H. Muhammad Amru.

Dalam sambutan singkat, H. Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan dengan tegas bahwa untuk kelangsungan pembangunan dan kemajuan Aceh ke depan tidak terlepas dari sentuhan, perhatian, dan kerja sama antara  pemimpin dan para ulama yang ada di Aceh. 

Itu sebabnya, Mualem mengimbau dengan tegas kepada seluruh jajaran KPA/PA di seluruh Aceh, khususnya di Aceh Timur untuk bersatu padu dalam menggapai tujuan perjuangan. Terutama, kata dia, dalam menjalankan agama yang berasaskan ahlussunnah wal jama'ah sebagaimana amanah yang ditinggalkan oleh almarhum Paduka yang Mulia Wali Nanggroe Tengku Tjhik Di Tiro Hasan ben Muhammad.

Kebersamaan ini, menurut Mualem, sangat penting dan mahal sebab, kata dia, jika ini mampu dipecah belah oleh pihak lain, maka akan merugikan Aceh. “Jika ada sesuatu hal yang kita ingin laksanakan, hendaknya kita komunikasikan dan koordinasikan dengan pimpinan kita,” kata Mualem seperti dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com

“Karena, uroe nyoe geutanyoe taseutot perjuangan, kon taseutot ureung, meunyoe lôn salah deungon perjuangan, bèk cit ureung droeneuh seutot (hari ini kita semua mengikuti perjuangan, bukan orangnya, kalau pun saya yang salah dengan perjuangan, jangan ikuti juga),” tegas Mualem.[] (rel/idg/*sar)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar