SIGLI – Sekitar 600 lebih mahasiswa dari berbagai fakultas Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Kabupaten Pidie, menggelar aksi damai di Gedung DPRK Pidie, Senin, 19 Oktober 2015 sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka menuntut agar Unigha segera dinegerikan.
Aksi di bawah payung Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Penegerian Unigha (Ampuh) tersebut diawali dengan konvoi dari kampus Unigha Gle Gapui menggunakan bus sekolah, mobil terbuka dan puluhan sepeda motor. Mereka langsung menuju perkarangan Gedung DPRK Pidie untuk menyampaikan aspirasi.
Aksi ini mendapat pengawalan dari Polres Pidie yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Muhajir, SIK, MH. Para polisi melakukan pagar betis untuk mengamankan gedung dewan sebagai antisiapsi aksi anarkis dari massa.
Peserta aksi yang sebagian besar menggunakan almamater tersebut turut membawa spanduk dengan berbagai tulisan. Salah satunya menyorot status kampus Unigha yang masih berstatus swasta. Mereka juga meminta Hanif Basyah segera menyerahkan yayasan kepada Pemerintah Pidie untuk melanjutkan proses penegerian.
Koordinator aksi, Ismunandar dalam orasinya mendesak DPRK Pidie untuk segera mengambil alih Unigha yang dibangun dari bantuan rakyat Pidie. Para dewan juga diminta untuk segera menindaklanjuti proses penegerian.