Jumat, 25 September 2026
Breaking News
ekbis

Defisit RAPBN 2016 Ditetapkan 2,15 Persen

“Hasil pembahasan Panja (Panitia Kerja DPR) ini mengalami perubahan (dari sebelumnya)," ujar Menteri Keuangan Bambang.


· 1 menit baca

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menetapkan sejumlah asumsi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

Dalam pembahasan yang digelar bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu, target defisit anggaran dalam RAPBN 2016 disepakati berada di level 2,15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau mengalami penurunan 0,31 dari usulan sebelumnya di angka 2,46 persen.

“Hasil pembahasan Panja (Panitia Kerja DPR) ini mengalami perubahan (dari sebelumnya),” ujar Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro seperti dikutip dari laman resminya, Minggu (18/10).

Bambang mengungkapkan, adanya perubahan terhadap target defisit anggaran tersebut tak lepas dari terkoreksinya proyeksi pendapatan dan belanja negara pada 2016.

Tahun depan, pemerintah bersama Banggar DPR sendiri telah menyepakati target pendapatan negara berada di angka Rp 1.822,5 triliun, turun Rp26 triliun dibandingkan dengan target pendapatan tahun ini yang diprediksi mencapai Rp1.848,1 triliun.

Sedangkan untuk proyeksi belanja negara 2016 ditetapkan berada di angka Rp2.095,7 triliun, turun Rp25,6 triliun dari target sebelumnya di Rp2.121,3 triliun.

“Dengan begitu potensi defisit (berkurang dari) 2,46 persen menjadi 2,15 persen,” terang Bambang.[] Sumber: cnnindonesia.com

 

 

Topik: #APBN

root

Jurnalis di redaksi kami.

Lihat semua tulisan →

Berita Terkait

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *