Dalam setiap pertemuan formal, sering terdengar pembawa acara, termasuk para pejabat, mengucapkan kata berbahagia, misalnya Selamat malam dan selamat datang di tempat yang berbahagia ini. umumnya kata berbahagia dimunculkan pada bagian awal pembicaraan ketika pembicara menyapa hadirin.
Selain contoh itu, kata berbahagia juga sering dipakai dalam kalimat Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami mengajak hadirin untuk…
Meski pemakaiannya sudah meudarah gapah, kata berbahagia yang dipakai dalam dua kalimat itu tidak benar. Alasannya, berbahagia bukanlah kata sifat. Jika kata berbahagia pada kedua kalimat di atas diisi oleh kata sifat, seperti aman, bersih, atau indah, tentu saja kalimatnya benar. Demikian juga jika kata sifat langka atau baik menggantikan kata berbahagia pada kedua kalimat di atas, kalimatnya juga benar.
Berbahagia merupakan kata kerja yang berasal dari kata sifat bahagia, lalu diberi awalan ber- sehingga menjadi kata kerja yang berarti merasa bahagia. Bila dikaitkan kembali dengan kalimat di atas, tentu tidak tepat bila dikatakan bahwa tempat merasa bahagia karena tempat bukan benda hidup, demikian pula dengan kesempatan yang berbahagia.