BANDA ACEH Pemerintah Kota Banda Aceh akan membangun sistem pengelolaan air limbah senilai Rp. 100,9 miliar. Sistem yang dinamakan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) ini merupakan proyek multy year dan ditargetkan selesai pengerjaannya pada tahun 2017.
Tahun ini mulai dikerjakan, terdiri dari 4 zona dan kita rencanakan selesaikan 2 zona dulu. Tahap pertama pemasangan instalasi pipa dimulai dari Peuniti hingga ke Gampong Jawa, ujar Illiza usai melakukan pertemuan dengan Direktur PPLP Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dodi Krispatmadi dan sejumlah stafnya di Balaikota, Banda Aceh, Kamis, 28 Januari 2015.
Kata Illiza, dengan sistem IPAL, maka limbah rumah tangga di Banda Aceh akan bermanfaat karena diolah sedemikian rupa dengan sistem yang lebih modern untuk kemudian menghasilkan pupuk dan gas metan yang bisa dimanfaatkan masyarakat kota.
Limbah rumah tangga seperti air buangan dan tinja kan tidak perlu lagi diangkut dengan mobil karena pipa sambungan rumah (SR) langsung tersambung ke pipa induk, jadi kan lebih nyaman, ujar Illiza.