BANDA ACEH Kalender Aceh 2016 mulai diluncurkan dalam bentuk aplikasi android. Almanak digital yang bulan dan penanggalannya ditulis dalam bahasa Aceh ini, dikembangkan oleh komunitas Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Aceh.
Sebagai upaya untuk mendukung karya-karya warisan perabadan dengan cara digitalisasi dalam bentuk media kekinian yang positif dan bermanfaat untuk generasi muda Aceh saat ini, sehingga banyak konsep-konsep peradaban bisa dikembangkan melalui internet, ujar Direktur Eksekutif MIT Aceh, Teuku Farhan.
Kalender Aceh ini pertama kali disusun dalam bentuk fisik oleh Haekal Afifa, Ketua Institut Peradaban Aceh (IPA) yang juga aktivis kebudayaan. Setelah diluncurkan secara resmi di Banda Aceh pada 14 Oktober 2015 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1437 Hijriah, kalender ini kemudian dikembangkan dalam versi digital.
Farhan mengatakan, proses pengembangan aplikasi kalender ini dilakukan secara sukarela. Tujuannya untuk kemajuan peradaban Aceh yang sudah memasuki era digitalisasi.
Sehingga banyak peminat almanak Aceh yang tidak mendapatkan kalender fisik bisa mendapatkan versi digital dengan cara meng-install aplikasi ini di android play store dengan cara mencari aplikasi ini dengan kata kunci Kalender Almanak Aceh dan klik Instal, sebutnya.
Aplikasi kalender Aceh yag baru diluncurkan ini direspon positif pengguna androin. Hingga kini sudah 500 kali diunduh dengan ratingngnya 4.8 dari lima.
Kalender Aceh diluncurkan sebagai upaya membangkitkan kembali instrument peradaban Aceh yang sudah mulai dilupakan. Agar tidak hilang ditelan zaman, kata Ketua IPA, Haekal Afifa.