Selama pandemi Corona Covid-19, Italia memang pernah menjadi salah satu negara dengan kasus tertinggi di dunia. Setelah menerapkan kebijakan lockdown selama 3 bulan, kini negara ini pun menempati peringkat 6 dengan total kasus positif sebanyak 233.515 per hari ini, Rabu, (3/6/2020).
Guna mengembalikan sektor perekonomian ke angka normal, pemerintah Italia pun memutuskan untuk membuka kembali jalur penerbangan internasional bagi pelancong Eropa. Ada tiga kota utama yang dibuka bagi wisatawan, yakni Milan, Roma dan Naples.
Berbagai destinasi wisata yang menarik pelancong pun mulai dipersiapkan dengan protokol aturan New Normal atau Normal Baru. Hal ini dilakukan dengan harapan sekotr pariwisata bisa menyelamatkan Italia dari resesi ekonomi.
Di antara berbagai destinasi wisata menarik di Italia, ternyata Menara Pisa menyimpan beberapa fakta menarik yang tak banyak diketahui oleh orang. Berikut ulasan selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Rabu (3/6/2020).
1. Menara Pisa dibangun dalam 3 tahap selama 2 abad
Meski bukan menara yang paling tinggi di dunia, namun siapa sangka jika pembangunan menara ini membutuhkan waktu hingga 2 abad lamanya? Bahkan melebihi waktu pembangunan dari menara Eiffel.
Menara Pisa dibangun dalam tiga tahap. Periode pertama yakni pada tahun 1173 untuk bagian lantai satu dan dua yang terbuat dari marmer. Hingga tahun 1178, para pekerja berhasil membangun lantai ketiga.
Akibat adanya perang dengan negara tetangga, menyebabkan pembangunan menara ini sempat terhenti. Kemudian, kembali dilanjutkan pada tahun 1272. Pembangunan tahap kedua ini hanya berlangsung selama 12 tahun hingga akhirnya kembali terhenti karena perang.
Akhirnya pembangunan menara ini selesai pada akhir abad ke-13 yang ditandai dengan selesainya ruang lonceng pada tahun 1373, atau sekitar 199 tahun sejak peletakan batu pertama kali dari bangunan tersebut.
2. Arsitek Menara Pisa masih menjadi misteri
Diterapkan sebagai World Heritage atau Situs Warisan Budaya oleh UNESCO, namun siapa sangka jika sebenarnya arsitek asli dari menara miring ini masih menjadi misteri.
Meski kini Bonanno Pisano diyakini sebagai arsitek aslinya, namun sebenarnya ia bukanlah satu-satunya yang membuat menara ini. Ada pula Guglielmo yang membantu merancang desain menara, kemudian Giovanni di Simone sebagai arsitek yang mengambil alih proyek ini di tahap pembangunan kedua.