TERKINI
EKBIS

Laut Krueng Mane Bersih Dari Pukat Harimau

LHOKSUKON – Panglima Laot Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Tengku Dahlan, mengatakan hingga kini kawasan laut di daerahnya bersih dari alat tangkap pukat harimau.…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 682×

LHOKSUKON – Panglima Laot Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Tengku Dahlan, mengatakan hingga kini kawasan laut di daerahnya bersih dari alat tangkap pukat harimau. Meskipun jumlah boat yang mencapai lebih dari 200-an, dua menjamin para nelayan di daerah itu tidak menggunakan pukat harimau untuk menangkap ikan.

“Saya tidak pernah mengimbau, akan tetapi  nelayan sendiri sudah mulai paham dengan dampak memakai alat tangkap berbahaya tersebut makanya tidak memakainya,” ujar Dahlan, Senin, 4 Januari 2016.

Sebelumnya diberitakan sebanyak sembilan panglima laot mengaku resah dengan ulah kapal pukat harimau yang dipakai oleh oknum nelayan di perairan Aceh Utara. Akibatnya, panglima laot menggelar rapat guna membahas sanksi terhadap kapal tersebut pada Jumat, 11 September 2015 lalu.

Rapat yang difasilitasi oleh Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara, Ismail Insya, tersebut turut membahas ilegal fishing yang sedang marak di Aceh Utara. Pasalnya aktivitas kapal trawl tersebut telah membuat nelayan tradisional di Aceh Utara kesulitan mendapatkan ikan.
 
Dalam pertemuan tersebut mereka juga membahas berbagai macam alat tangkap ikan milik nelayan. Hasil pembahasan antara panglima laot dan nelayan di Aceh Utara ini menyimpulkan larangan aktivitas kapal trawl di bawah 4 mil. Setiap pelanggar juga disepakati bakal diberi sanksi.

“Kalau kedapatan mereka di bawah 4 mil, pertama kami ingatkan dulu sampai tiga kali. Bila tak diindahkan maka kami tangkap, kapal kami sita, dan hasil tangkapan diserahkan kepada lembaga nelayan,” ujar Ismail Insya.

Mereka turut membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas yang bakal menjaga perairan Aceh Utara bersih dari aktivitas kapal trawl. Sementara jumlah kapal yang menggunakan pukat harimau dan beraktivitas di perairan Aceh Utara diperkirakan mencapai puluhan. 

“Waktu operasinya pagi hari, siang hari dan malam hari,” katanya.[](bna)

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar