JAKARTA – Pendiri Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) Hans Bague Jassin, Ajip Rosidi, menyerahkan seluruh aset milik yayasan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk direvitalisasi. Rencana tersebut merupakan salah satu dari 23 janji Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno, saat kampanye lalu.
“Kami menyepakati beberapa hal. Salah satu kesepakatannya adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk UPT (unit pelaksana teknis),” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis, 2 November 2017.
Anies menuturkan, pembentukan UPT tersebut khusus untuk mengelola koleksi peninggalan Paus Sastra Indonesia, H.B. Jassin, mulai Januari 2018. Dengan adanya kesepakatan pembentukan UPT, seluruh aset koleksi beserta karyawan akan diambil alih. Artinya, Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan warisan sastra yang didirikan pada 28 Juni 1976 tersebut.
Untuk langkah selanjutnya, Anies mengatakan pihaknya akan melakukan digitalisasi terhadap seluruh dokumen sastra tersebut. Cara tersebut dinilai ampuh untuk mempertahankan dokumen yang sudah mulai usang. Kemudian, seluruh karyawan yang sudah lama bekerja mengelola perpustakaan itu akan diangkat menjadi pengawas.
Anies juga berjanji akan membayarkan gaji karyawan yang sudah menunggak selama tiga bulan. “Pemprov DKI akan mengambil alih tanggung jawab untuk pembayaran gaji sembilan orang karyawan yang sekarang bekerja,” ujar Anies.