TERKINI
NEWS

Menyedihkan! Ada Pelamar CPNS Percaya Jimat

JAKARTA – Sejumlah instansi pemerintah mulai mengumumkan peserta yang lulus seleksi administrasi, setelah penutupan pendaftaran CPNS gelombang II pada tanggal 25 September lalu. Tahapan berikutnya…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 747×

JAKARTA – Sejumlah instansi pemerintah mulai mengumumkan peserta yang lulus seleksi administrasi, setelah penutupan pendaftaran CPNS gelombang II pada tanggal 25 September lalu.

Tahapan berikutnya yang harus dihadapi pelamar CPNS adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Untuk menghadapi SKD, peserta harus mempersiapkan diri dengan baik. “Tidak ada cara lain bagi peserta, kecuali belajar, belajar dan belajar. Sebab tidak ada satu pihak pun yang  bisa membantu meluluskan dalam seleksi dengan sistem Computer Assissted Test (CAT), kecuali kemampuan diri sendiri, dan tentunya memohon bantuan hanya kepada Tuhan YME,” demikian dikutip dari menpan.go.id, Sabtu, 30 September 2017.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis adanya sejumlah peserta SKD CPNS periode pertama yang ketahuan membawa jimat (azimat).  “Menyedihkan, dan saya sangat prihatin di jaman sekarang masih ada yang percaya dengan jimat,” ujar Kabag Komunikasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Suwardi.

Suwardi menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah menyampaikan bahwa peserta harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari tiga kelompok, yakni Tes Karakteristik Pribadi  (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Agar bisa lulus ke tahapan berikutnya, peserta harus meraih nilai minimal (passing grade), yakni masing-masing 143, 80 dan 75.

TKP sebanyak 40 soal, sedangkan TIU dan TWK masing-masing 30 soal. Untuk TKP, tidak ada nilai nol, tetapi setiap jawaban nilainya 1 – 5. Sedangkan untuk soal TIU dan TWK, kalau benar satu soal nilainya 5, tetapi kalau salah nilainya nol. Untuk TKP, kalau menjawab seluruh soal minimal nilainya 40 dan maksimal 200. Sedangkan TIU dan TWK, maksimal nilainya masing-masing 300. Jadi nilai maksimal SKD adalah 500.

Menurut Suwardi, agar bisa meraih nilai maksimal, peserta SKD harus menguasai tiga materi tersebut. “Yang harus dilakukan adalah belajar, belajar, dan belajar. Bukan percaya dukun, atau menggunakan joki. Karena pasti ketahuan, dan pasti tidak akan lolos,” ujarnya.

Suwardi mengakui, banyak pelamar CPNS yang sudah lupa dengan mata pelajaran yang pernah dipelajari, terutama bagi yang sudah beberapa tahun lulus. Akan tetapi hal itu bisa disiasati, misalnya dengan mengikuti bimbingan belajar (bimbel) yang belakangan banyak bermunculan.

Namun diingatkan agar masyarakat juga selektif dalam memilih bimbel. “Jangan percaya kalau ada bimbel yang menjanjikan bisa menjamin peserta pasti lulus. Itu bohong,” tegasnya.[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar