Ini merupakan lanjutan dari tulisan “Beberapa Salah Kaprah dalam Berbahasa (Bagian I)“. Selain jemaah, garang-gahar, dan meregang nyawa, berikut ini adalah beberapa kata lain yang juga salah kaprah penggunaannya dalam masyarakat.
4. Acuh
Kata “acuh” juga sering dipakai dalam pengertian yang terbalik. “Acuh” sebenarnya bermakna peduli; mengindahkan. Kebalikannya adalah cuek atau masa bodoh atau acuh tak acuh. Dalam pemakaian sehari-hari, termasuk dalam lirik lagu, sering kita dapati kata acuh dipakai dalam arti sebaliknya. Misalnya dalam salah satu petikan lagu milik band DMassive: Kau menolakku, acuhkan diriku”. Lirik ini menjadi aneh karena menolak, tapi malah mengacuhkan (peduli). Aneh bukan?
5. Pengemudi bukan sopir
Bahasa Indonesia cukup terbuka dengan penetrasi bahasa asing masuk. Salah satu yang sudah lazim kita gunakan adalah “sopir” yang kita serap dari bahasa Belanda, chauffeur. Sementara “pengemudi” adalah terjemahan untuk driver dari bahasa Inggris. Lalu, apa beda keduanya? Sopir adalah orang yang pekerjaannya mengemudikan mobil dan ia dibayar untuk itu. Sementara, pengemudi adalah orang yang mengemudikan mobil, tapi ia tidak mendapat bayaran. Jadi, jangan lagi menyamakan sopir dengan pengemudi, ya.