TAKENGON – Kopi Arabica Gayo sudah terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan kopi yang memiliki cita rasa dan aroma kelas dunia ini sudah diekspor lebih ke 17 negara di lima benua. Namun, dalam rantai proses perdagangannya masih saja ada masalah yang membelenggu.
Inilah yang diungkapkan Manajer Pusat Layanan Usaha Tepadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) Aceh, Murni Mard, di sela temu bisnis Koperasi Produsen Kopi, Selasa (15/15) di Kompleks Koperasi Baburrayan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah.
“Meskipun berbagai sertifikasi dari dalam negeri maupun dari luar negeri sudah diperoleh terhadap kopi arabica Gayo, namun tetap masih ada beberapa masalah,” kata Murni Mard, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.
Menurutnya, di antara masalah tersebut adalah para pengusaha masih melakukan ekspor dari pelabuhan Belawan Sumatera Utara, sehingga otomatis masih memerlukan biaya transportasi relatif besar. Berikut juga soal masih kurangnya sarana prosesing kopi.
“Para produsen kopi masih banyak yang belum memiliki sarana prosesing yang baik, seperti lantai jemur serta sarana lain, ini mempengaruhi nilai daya saing kopi yang diekspor,” imbuhnya.