TERKINI
EKBIS

Ini Masalah Dihadapi Eksportir Kopi Gayo

TAKENGON - Kopi Arabica Gayo sudah terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan kopi yang memiliki cita rasa dan aroma kelas dunia ini sudah diekspor lebih ke…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 765×

TAKENGON – Kopi Arabica Gayo sudah terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan kopi yang memiliki cita rasa dan aroma kelas dunia ini sudah diekspor lebih ke 17 negara di lima benua. Namun, dalam rantai proses perdagangannya masih saja ada masalah yang membelenggu.

Inilah yang diungkapkan Manajer Pusat Layanan Usaha Tepadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) Aceh, Murni Mard, di sela temu bisnis Koperasi Produsen Kopi, Selasa (15/15) di Kompleks Koperasi Baburrayan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah.

“Meskipun berbagai sertifikasi dari dalam negeri maupun dari luar negeri sudah diperoleh terhadap kopi arabica Gayo, namun tetap masih ada beberapa masalah,” kata Murni Mard, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.

Menurutnya, di antara masalah tersebut adalah para pengusaha masih melakukan ekspor dari pelabuhan Belawan Sumatera Utara, sehingga otomatis masih memerlukan biaya transportasi relatif besar. Berikut juga soal masih kurangnya sarana prosesing kopi.

“Para produsen kopi masih banyak yang belum memiliki sarana prosesing yang baik, seperti lantai jemur serta sarana lain, ini mempengaruhi nilai daya saing kopi yang diekspor,” imbuhnya.

Masalah berikutnya untuk memenuhi kuota ekspor, menurut Murni Mard, para pengusaha masih kewalahan memenuhi pembiayaan, selama ini menggunakan jasa pihak ketiga yang tingkat suku bunga masih tinggi. Namun, ia mengatakan upaya ekspor tetap harus diatasi, walau biayanya tinggi.

“Lucunya lagi, kopi gayo dikenal hingga ke luar negeri. Namun secara nasional nama Kopi Gayo belum seharum kapal api, top kopi, dan white kopi,” demikian Murni Mard.

Temu bisnis diakhiri dengan penandatanganan Nota kesepahaman bersama antara Manajer PLUT-KUMKM Aceh, Murni Mard dengan Ketua Jaringan Koperasi Produser Asia Pasifik Indonesia, Djumhur dan disaksikan oleh Asisten Adm. Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Amir Hamzah.

Nota Kesepahaman yang ditandatangani berisi kesepakatan untuk bersinergi dalam upaya meningkatkan akses pembiayaan komoditi unggulan Kopi Arabica Gayo.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar