Apabila kita perhatikan pemakaian bahasa sehari-hari, sering kita mendengar ungkapan paling terkenal di Indonesia.
Beberapa orang mempertanyakan pemakaian frasa yang berbunyi paling terkenal itu. Pertanyaan yang mereka kemukakan adalah apakah pemakaian kata paling yang diikuti oleh kata yang berawalan ter- itu tidak berlebihan. Orang yang mempertanyakan pemakaian frasa paling terkenal itu beranggapan bahwa awalan ter– pada kata terkenal berarti paling. Akibatnya, pemakaian frasa paling terkenal diartikan paling paling kenal.
Anggapan tersebut tidak benar. Salah satu arti awalan ter– memang paling, tetapi arti itu berlaku kalau awalan ter– melekat pada kata sifat, seperti cantik, pandai, dan tinggi. Jadi, kata tercantik, terpandai, dan tertinggi berarti paling cantik, paling pandai, dan paling tinggi.
Arti awalan ter– yang lain adalah tidak sengaja atau tiba-tiba. Contohnya adalah terjatuh, tersenggol, terbangun, dan teringat. Kata-kata itu berarti 'tidak sengaja jatuh', 'tidak sengaja menyenggol', 'tiba-tiba bangun', dan 'tiba-tiba ingat'.
Di samping kedua arti di atas, awalan ter– masih mempunyai dua arti lagi, yaitu 'dapat di-' dan 'telah dilakukan' atau 'dalam keadaan'. Kata terkira dan terangkat adalah contoh kata berawalan ter– yang berarti 'dapat di-'. Jadi, kata terkira dan terangkat itu berarti 'dapat dikira' dan 'dapat diangkat'.
Contoh awalan ter– yang berarti 'telah dilakukan' atau 'dalam keadaan' terdapat pada kata terbuka dan tergeletak. Terbuka berarti 'telah dibuka', 'dalam keadaan dibuka' dan tergeletak berarti 'dalam keadaan menggeletak'.