BANDA ACEH – Para pelajar di Kota Banda Aceh dari beberapa jenjang, mengunjungi Pameran bertema ''Mengenal Batu Nisan Aceh – Sebagai Warisan Budaya Islam di Asia Tenggara”, di Museum Aceh, Kamis 11 Mei 2017. Pameran ini berlangsung 9-16 Mei 2017.
Muhajir, salah seorang pemandu pameran tersebut, mengatakan, para pelajar yang datang sangat antusias karena batu nisan Aceh merupakan pengetahuan baru bagi mereka.
“Sebelumnya, mata pengetahuan mereka tentang Kesultanan di Aceh sangat terbatas. Mereka sangat antusias,” kata Muhajir, pemandu dari anggota Mapesa, Sabtu 13 Mei 2017.
Pada hari ketiga pameran, 12 Mei 2017, di antara para pengunjung, ada SMP Kartika Banda Aceh dan SMP 18 Banda Aceh, serta beberapa sekolah di lain tingkatan. Museum Aceh dan Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh menghimbau pihak sekolah untuk membawa murid mereka ke pameran enam hari ini supaya para pelajar mengenal batu (nisan) Aceh. Setiap hari ada beberapa sekolah yang datang berkunjung.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pameran ini berlangsung di ruang pameran kontemporer dan di halaman museum. Di dalam ruangan berisi foto, batu nisan, dan penjelasannya.
Di halaman Museum, ada batu nisan yang diatur seperti mini kompleks makam sebagai bahan pameran. Batu-batu nisan tersebut adalah yang diselamatkan oleh Mapesa dan Dr Husaini Ibrahim, dibawa ke Museum untuk pameran.