BANDA ACEH – Majelis Adat Aceh (MAA) Banda Aceh menggelar perlombaan dikee (zikir) Aceh di halaman Masjid Tgk Di Anjong, Gampong Peulanggahan, Banda Aceh, selama tiga malam sejak Rabu, 26 April 2017. Perlombaan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin.
Dalam sambutannya, Zainal Arifin menyebutkan Dikee Aceh melalui lantunan syair-syairnya, mengusung pesan yang sangat kental dengan nasehat, ajakan-ajakan untuk kebaikan, dan semangat perjuangan. Menurutnya dikee sudah akrab di telinga orang Aceh, saat dininabobokan oleh ibunya semasa kecil. Dia mengatakan tidak ada syair cengeng dalam dikee Aceh.
“Namun mengapa Dikee Aceh kini semakin terpinggirkan? Hal ini tidak terlepas dari masuknya budaya-budaya luar yang begitu masif, baik melalui televisi, internet, hingga media sosial yang saat ini di era serba IT mudah sekali diakses oleh anak-anak kita lewat smartphone-nya, katanya.
Menurutnya, seni budaya islami seperti Dikee Aceh warisan endatu ini harus tetap dipertahankan. Menurutnya dikee sangat bermanfaat bagi generasi muda.
Mempertahankan budaya endatu bukan berarti kita kampungan atau terbelakang, malah semakin dapat menambah khazanah budaya islami yang pada akhirnya semakin mendekatkan kita dengan Allah SWT. Semoga dengan adanya kegiatan ini yang sudah menjadi agenda rutin MAA, dapat menginspirasi kita semua untuk melestarikan budaya islami di gampong kita masing-masing. Kalo bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan seni budaya kita sendiri, katanya pada acara yang dihadiri oleh ratusan warga kota tersebut.